Hari Ini Gunung Merapi Alami 36 Kali Erupsi, BPPTKG Sebut Fase Erupsi Efusif

oleh -172 Kali Dibaca
Visual luncuran awan panas guguran dari puncak kawah Gunung Merapi, Rabu 27 Januari 2021, pukul 07.31 WIB. [Foto BPPTKG | Rienews]

RIENEWS.COM – Gunung Merapi berada di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, hari ini, Rabu 27 Januari 2021, mengalami 36 kali erupsi, mengeluarkan awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur 500 hingga 3.000 meter dari kawah puncak.

Dalam siaran persnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyebutkan, luncuran awan panas guguran 36 kali terjadi teramati sejak Rabu pukul 00.00 WIB hingga Rabu siang, pukul 14.00 WIB.

“Adapun APG tersebut mengarah ke barat daya atau menuju ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong. APG juga tercatat di seismogram di amplitudo antara 15-60 milimeter dan durasi selama 83-197 detik,” tulis Raditya.

Menyusul aktivitas Gunung Merapi itu, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaira aktivitas Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi efusif.

Pada fase tersebut, pertumbuhan kubah lava terus meningkat dan disertai adanya guguran lava dan awan panas guguran, sebagaimana menurut pengamatan yang dilakukan sejak Senin 4 Januari 2021, dan terus berlangsung hingga hari ini.

Baca Berita:

Bupati Karo Apresiasi Tawaran Kerja Sama Rektor UNEFA

Sambut 2021, Tiket.com Dukung Kemenparekraf Pulihkan Industri Pariwisata Nasional

“Sejak tanggal 4 Januari 2020 Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi yang bersifat efusif atau yang kita kenal juga sebagai Tipe Merapi, yaitu erupsi dengan pertumbuhan kubah lava kemudian disertai dengan guguran lava dan awan panas guguran,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaira melalui siaran pers video.

Hanik juga melaporkan adanya dampak APG tersebut yakni terjadi hujan abu vulkanik dengan intensitas tipis di beberapa desa di Kecamatan Tamansari di Kabupaten Boyolali dan Kota Boyolali, Jawa Tengah.

Hanik mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dengan jarak 5 kilometer dari puncak pada alur Kali Krasak, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Bebeng dan Kali Putih.

Selanjutnya, untuk mengurangi risiko dari dampak abu vulkanik, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar mengenakan masker hingga menutup sumber atau penampungan air.

“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di daerah yang direkomendasikan,” kata Hanik.

“Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik seperti menggunakan masker, menggunakan kacamata dan menutup sumber air,” imbuhnya.

Kemudian Hanik juga menjelaskan bahwa selain APG dan abu vulkanik, ancaman lain yang berpotensi terjadi adalah adanya lahar dingin, mengingat saat ini sebagian wilayah Indonesia memasuki musim penghujan.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar masyarakat selalu waspada apabila terjadi hujan di kawasan puncak Gunung Merapi.

“Masyarakat juga perlu mewaspadai bahaya lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di puncak merapi,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *