Hasil Refocusing Anggaran Pemkab Karo Penanganan Corona Totalnya Rp30,5 M

oleh -442 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana.

RIENEWS.COM –  Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyiapkan skema anggaran penanganan virus corona (Covid-19) dengan jumlah Rp30,5 miliar.

Jumlah anggaran penanganan Covid-19 Kabupaten Karo ini hasil refocusing anggaran senilai Rp28,6 miliar dari anggaran dalam APBD 2020 di 60 perangkat (OPD), dan ditambah dana tak terduga APBD Karo Rp1,9 miliar.

“Rekapitulasi rasionalisasi refocusing anggaran APBD 2020 untuk penanggulangan Covid-19, direlokasi dari 60 perangkat daerah se-Kabupaten Karo dengan total Rp28,6 miliar. Selain itu ada dana tak terduga sebesar Rp1.999.999.998,” ujar Bupati Karo Terkelin Brahmana, Rabu 8 April 2020.

Baca Berita: 

Ketua Gugus Tugas Covid 19 Karo: Pasien Positif Corona Berangsur Membaik

Satu Orang Warga Kabupaten Karo Dinyatakan Positif Corona

Terkelin menyatakan, Pemda Karo telah melakukan refocusing anggaran untuk memprioritaskan program penanganan Covid-19. Refocusing anggaran dilakukan melalui rasionalisasi kegiatan dengan kriteria; perjalanan dinas dalam dan luar daerah baik pada kegiatan rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah maupun yang melekat pada kegiatan lain; kegaiatan pengadaan pakaian dinas; kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa seperti  sosialisasi, bimbingan teknis dan kegiatan lain yang menurut kepentingannya dapat ditunda tanpa menggangu pelayanan publik.

Dikatakan Bupati, anggaran penanganan Covid-19 diperuntukkan untuk kegiatan bidang kesehatan, bidang pengamanan sosial, kegiatan penanganan masalah strategis yang menyangkut tanggap darurat dan keadaan luar biasa. Kegiatan industri /UMKM, bantuan dana stimulus 150 pelaku UMKM, kemudian untuk pemulihan ekonomi, bantuan dana stimulus tenaga kerja lainnya (tidak terduga).

“Ke depan  telah menyiapkan dana recofusing dan menyiapkan rencana kegiatan kesehatan dan  perekonomian JPS (jaringan pengaman sosial). Pelaksanaan full refocusing ini kita rencanakan dalam jangka tiga bulan ke depan, April-Juli 2020. Hal ini tentative sebab pemberitahuan dari pihak pusat mengatakan agar refocusing anggaran sampai bulan Oktober 2020,” pungkas Terkelin. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *