Ini Laporan Lengkap Letusan Gunung Merapi 11/18

oleh -1.599 Kali Dibaca
Letusan Gunung Merapi, Jumat 11 Mei 2018, sekitar pukul 07.32 WIB. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Gunung Merapi di Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakara, Jumat 11 Mei 2018, meletus.  Abu vulkanik dari letusan gunung Merapi menghujani wilayahi Kabupaten Klaten, Magelang, Boyolali,  Jawa Tengah, dan Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Otoritas Bandar Udara Adisucipto, Yogyakarta, menghentikan aktivitas menyusul sebaran abu vulkanik.

Data yang dirangkum dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB), belum ada korban jiwa dari dampak letusan gunung Merapi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, peristiwa letusan gunung Merapi terjadi sekitar pukul 07.32 WIB. Letusan disertai suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat dan tinggi kolom 5.500 meter dari puncak kawah.

Letusan gunung Merapi melontarkan abu vulkanik, pasir, dan material piroklatik. Letusan berlangsung tiba-tiba. Jenis letusan adalah letusan freatik yang terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah gunung Merapi.

KLIK: Samson Dihadang Polisi di Karo, Ini Yang Terjadi

Jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunungapi aktif. Biasanya letusan hanya berlangsung sesaat.

Gunung Merapi sebelumnya pernah terjadi letusan freatik.

Status gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (Level I), dengan radius berbahaya adalah 3 kilometer dari puncak kawah.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi  (PVMBG) tidak menaikkan status Gunung Merapi dan masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik.

“Masyarakat dihimbau tetap tenang. Belum ada laporan korban jiwa. BPBD dan aparat masih melakukan pemantauan. BPBD Sleman telah menginstruksikan masyarakat yang tinggal dalam radius 5 km seperti daerah Kinahrejo sudah diinstruksikan untuk evakuasi ke bawah di barak pengungsi. Masyarakat merespon dengan evakuasi mandiri ke tempat yang aman,” tegas Sutopo.

Para pendaki gunung Merapi dihimbau mengikuti rekomendasi dan tidak memaksakan diri mendekati puncak kawah. Berdasarkan laporan sementara terdapat sekitar 120 orang yang mendaki dan mendekati Pasar Bubrah. Kondisinya semua selamat.

Mengantisipasi abu vulkanik dari letusan gunung Merapi di sekitar wilayah khususnya di bagian selatan dan tergantung dari arah angin, BPBD telah mendistribusikan masker.

Dilaporkan hujan abu vulkanik dari letusan gunung Merapi, terjadi di Tugu Kaliurang, Kabupaten Sleman,Provinsi Yogyakarta.

Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPPTKG PVMBG dan BPBD.

Sebaran Abu Vulkanik

Ilustrasi

Bandar Udara Adisucipto  Yogyakarta untuk sementara ditutup karena terdampak sebaran hujan abu vulkanik dari letusan gunung Merapi.

Pihak otoritas Bandara Adisucipto telah menyampaikan penutupan sementara bandara berlaku dari pukul 10.42 WIB sampai dengan 11.10 WIB, selanjutnya akan dilakukan evaluasi.

Hujan abu dari letusan gunung Merapi menyebar hingga Kabupaten Sleman, Yogyakarta meliputi Kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak, dan sebagian Kecamatan Sleman.

Di Kabupaten Slemam hujan abu turun di daerah Jombor, Ngaglik, Pasar Sleman, Jakal KM 10, Godean, Depok dan Gamping. Di Kota Yogyakarta hujan abu di daersh Stasiun Tugu, Bumijo, Malioboro, Gamping, dan Timoho.

Hingga saat ini tidak ada erupsi susulan. BPPTK PVMBG tidak merekam adanya peningkatan kegempaan di Gunung Merapi. Pascaerupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan. Status Gunung Merapi tetap Normal (Level I).

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Tidak perlu panik. Lakukan antisipasi. Gunakan masker jika melakukan aktitivitas di luar rumah. (Rep-02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *