Investor Tiongkok Ingin Berinvestasi Ternak Babi di Karo, Tapi…

oleh -528 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bertemu dengan investor asal RRT, Kamis 7 November 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Investor asal negeri tirai bambu, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), tertarik untuk berinvestasi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Salah satu investasi yang akan dikembangkan di Bumi Turang, adalah peternakan babi.

Meski dalam beberapa pekan terakhir, Kabupaten Karo dan sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara, merebak virus African Swine Fever (ASF), dikenal virus demam Babi Afrika, menyebabkan ratusan ekor babi mati mendadak, kiranya tak menyurutkan minat para investor asing datang ke Karo.

Rencana investasi ternak babi oleh investor Tiongkok di Kabupaten Karo itu, mengemuka dalam persamuhan Bupati Karo Terkelin Brahmana dengan Hasan Kosasi Group (PT Globalindo Investama Indonesia) ditemani pengusaha asal Jakarta, Efendi Hansen. Pertemuan yang dilangsungkan di ruang kerja Bupati Karo itu, turut dihadiri Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kepala Dinas Pertanian Karo Matehsa Purba, dan Kepala Dinas Kesehatan Karo Irna Safrina Meliala.

Simak Berita 202 Ekor Ternak Babi Mati Mendadak, Diduga Virus Demam Babi Afrika

Efendi Hansen mengutarakan agar Kabupaten Karo menarik dan menyakinkan investor untuk berinvestasi, Pemerintah Kabupaten Karo dapat menyediakan lahan 10 hingga 15 hektar, juga membangun infrastruktur seperti jalan.

Dia menegaskan, investor dalam praktik bisnisnya akan mengikuti aturan dan syarat, juga pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Berita:

Bagaimana Mengelola BUMDes Menjadi Sukses

Pemkab Karo-BIG Teken MoU Atasi Berbagai Persoalan Termasuk Batas Wilayah

Penjelasan yang disampaikan Efendi Hansen, direspons positif oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana. Dia pun menjelaskan penanganan, penanggulangan terhadap virus Babi Afrika yang terjadi di Kabupaten Karo. Berdampak pada kerugian peternak dan perekonomian.

“Ada investor berkeinginan berinvestasi tentu Pemda Karo sangat senang. Hal ini dapat memulihkan stigma yang terjadi di tengah masyarakat Karo. Keberanian investor menjadi edukasi masyarakat kembali untuk beternak babi. Kita akan tetap mempersilakan investor, menjalankan investasinya di Kabupaten  Karo. Pemda  akan  dukung dan melindungi kenyamanan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Bupati Karo dalam pertamuan, Kamis 7 November 2019.

Terkelin menyatakan Pemda Karo komitmen mempermudah perizinan.

“Hal ini sudah komitmen Pemda Karo tidak akan mempersulit perizinan investor, sesuai regulasi yang ada,” ucapnya.

Menyoal infrastruktur dan penyediaan lahan, Terkelin kepada investor menyatakan akan membawa hal itu dalam rapat.

“Yang diusulkan investor, kita akan rapatkan bersama tim anggaran sebagai teknis mereka lebih tahu. Mudah-mudahan dipertemuan selanjutnya akan ada kesimpulan terperinci yang dibutuhkan oleh Hasan Kosasih Group PT. Globalindo Investama Indonesia,” pungkasnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *