ITFC Wisuda 300 Petani Kopi Sumatera Utara

oleh -1.437 Kali Dibaca
CEO ITFC Eng. Hani Salem Sonbol, Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC) menggelar acara Kelulusan Program Pengembangan Ekspor Kopi bagi 300 petani kopi di Sumatera Utara. Acara yang dihadiri langsung Chief Executive Officer  International Islamic Trade Finance Corporation (CEO ITFC) Eng. Hani Salem Sonbol, digelar di Hotel Grand Mutiara Berastagi, Kabupaten Karo, Selasa 16 Juli 2019.

ITFC memfokuskan kegiatannya pada pembiayaan dan juga pengembangan, salah satu diimplemintasikan melalui program pengembangan ekspor kopi. Pelatihan diberikan kepada 300 petani kopi khususnya di Sumatera Utara, guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kopi.

Hal itu disampaikan Hani Salem saat membuka acara kelulusan bagi petani  kopi di Sumatera Utara. Acara wisuda itu dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyoni,  Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam), Aditya Perdana, Plh Gubernur Aceh, Dyaherti Idawati, Bupati Karo, Terkelin Brahmana Wakil Bupati Dairi, Jimmy Sihombing, Ketua TP PKK Karo, Sariati Terkelin Brahmana, Kadis Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, Herawati, dan Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, A. Hanan.

ITFC merupakan anggota dari Islamic Development Bank (IDB) dan memiliki tujuan untuk memajukan perdagangan di antara negara-negara anggota OKI. Bertujuan dapat berkontribusi secara menyeluruh dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Dalam acara itu, Hani Salem memberikan  penyerahan piagam penghargaan kepada penggiat petani kopi sebanyak 10 orang terdiri dari 5  orang dari Kabuoaten Karo, dan 5 orang dari Kabupaten Dairi.

Baca Berita:

Sariati Terkelin Optimistis Desa Gongsol Masuk Nominasi

1.969 Desa di 7 Provinsi Alami Kekeringan

Di kesempatan itu, ITFC  juga melakukan penandatangan perjanjian dengan tiga eksportir kopi dan koperasi kopi Indonesia yakni Boemi Coffee, Arvis Sanada Sanni, dan Ujang Jaya Internasional dengan menyerahkan dana dengan nilai total USD 6 Juta.

Wagubsu Musa Rajekshah (Ijeck) mengapresiasi kebijakan ITFC mengadakan pelatihan para penggiat petani kopi di Kabupaten Tanah Karo. Disebutkannya, Kabupaten Tanah Karo adalah sangat tepat sebab tanahnya subur, tinggal bagaimana petani mengelola dan memanfaatkannya.

“Para petani dan eksportir bersyukurlah karena daerah Karo dijadikan pilihan primadona oleh ITFC sebagai pelatihan dan penyuluhan pengembangan kopi,” ujar Ijeck.

“Acara ini kita harapkan terus berlanjut, jangan hanya kabupaten ini yang menerima kesempatan pelatihan, sebab masih ada kabupaten lain juga ingin seperti Kabupaten Karo ini, di 33 kabupaten/kota se-Sumut. Apabila petani kita sukses mengikuti program ITFC ini. Dapat kita lihat seperti negara Thailand, mereka biasa ke ladang menggunakan kendaraan doubel cabin, sedangkan para petani kita naik sepeda motor saja sulit ada,” ungkapnya.

Bupati Karo Terkelin Brahmana menyatakan, pada prinsipnya Pemda Karo sangat mendukung penuh program dan pelatihan budidaya ekspor kopi ITFC untuk  meningkatkan keterampilan penggiat para petani kopi di Tanah Karo.

Menurut Terkelin, saat ini tanaman kopi di Karo sudah mulai berkembang.

“Puncaknya di tahun 2018, petani menanam kopi mencapai 9.178,44 hektar dengan  produksi 13.279.74 ton, atau produktivitas 1.931,60 Kg/hektar per tahun,” kata Terkelin.

Dijelaskannya, ada beberapa faktor di Kabupaten Karo, petani kopi belum signifikan melakukan budidaya kopi. Belum tercapai produktivitas kopi di atas 2.500 Kg/hektar per tahun, tanaman kopi tidak bertahan lama berproduksi, belum melakukan budidaya yang benar dan masih rendahnya rendemen gabah kopi yang dihasilkan.

“Untuk itu dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para penggiat petani kopi akan merubah cara, berpikir sesuatunya dalam pengembangan kopi. Sehingga petani tidak lagi dikuasai oleh pengusaha maupun orang tertentu, yang menguntungkan segelintir orang,” pungkas Bupati Karo.  (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *