Kasus Positif Covid-19 Menjadi 1.046 Orang, Meninggal Dunia 87 Orang

oleh -122 Kali Dibaca
Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM- Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengungkapkan bahwa penambahan kasus positif covid-19 yang cukup signifikan paling banyak ditemukan di tengah masyarakat. Dalam hal ini masyarakat menjadi pihak yang paling rentan terhadap penularan covid-19 bilamana tidak menerapkan anjuran pemerintah dalam pencegahan sesuai protokol kesehatan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa banyaknya kasus penularan terjadi setelah adanya kontak dekat antara yang membawa virus dengan orang baru sehingga hal tersebut memunculkan angka yang menjadi sakit. Hal tersebu sekaligus menjadikan kasus penambahan selalu naik dari hari ke hari.

“Dari hari ke hari, kita melihat adanya pertambahan kasus yang cukup signifikan. Ini menandakan proses penularan masih berlangsung terus menerus di tengah masyarakat kita,” kata Yurianto dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat 27 Maret 2020.

Baca Berita: 

Cegah Virus Corona, Warga Tionghoa Kabanjahe Sumbang Sprayer Elektrik

Bupati Karo Intens Monitoring Penanganan Virus Corona di Kecamatan

Dalam hal hini, Pemerintah terus melakukan upaya untuk menemukan kasus-kasus positif yang ada di masyarakat melalui penelusuran kontak dari kasus positif atau tracing. Kemudian, pihaknya akan melaksanakan pemeriksaan cepat atau rapid test dengan tujuan yaitu melakukan screening penapisan di kelompok-kelompok yang memiliki risiko tertular dengan pasien positif yang dirawat di rumah sakit.

“Ini kita laksanakan bersama-sama masyarakat tentunya agar kita bisa menemukan dan kemudian dengan cepat melaksanakan isolasi dari kasus ini, baik itu isolasi secara mandiri di rumah, maupun harus kita isolasi di rumah sakit, ini yang akan kita lakukan,” terang Yurianto.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat hingga Jumat, 27 Maret 2020, total positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 1.046 kasus, sementara 46 orang sembuh, dan 87 meninggal dunia.

“Ada penambahan data pasien yang dinyatakan sembuh 11 orang, sementara yang meninggal bertambah sembilan kasus,” jelas Yurianto.

Data tersebut merupakan pembaruan yang dilakukan sejak Kamis 26 Maret 2020, pukul 12.00 WIB hingga Jumat 27 Maret 2020, pukul 12.00 WIB, yang mana sebelumnya tercatat 893 kasus positif COVID-19, 78 orang meninggal dan 35 orang sembuh.

Dari data tersebut, sebaran kasus covid-19 di Indonesia meliputi Provinsi Aceh menjadi empat kasus, Bali sembilan kasus, Banten 84 kasus, DI Yogyakarta 22 kasus, DKI Jakarta 598 kasus.

Selanjutnya di Jambi satu kasus, Jawa Barat 98 kasus, Jawa Tengah 43 kasus, Jawa Timur 66 kasus, Kalimantan Barat tiga kasus, Kalimantan Timur 11 kasus, Kalimantan Tengah enam kasus dan Kalimantan Selatan satu kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau lima kasus, NTB dua kasus, Sumatera Selatan 1 kasus, Sumatera Barat 5 kasus, Sulawesi Utara 2 kasus, Sumatera Utara 8 kasus, Sulawesi Tenggara 3 kasus.

Selain itu tercatat 29 kasus di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah 1 kasus, Lampung 4 kasus, Riau 1 kasus, Maluku Utara dan Maluku masing-masing 1 kasus, Papua Barat 2 kasus serta 7 kasus positif di Papua.

Tunda Pulang Kampung

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta agar masyarakat tidak kembali ke kampung halaman atau menunda mudik sementara guna menghindari meningkatnya penularan dan penyebaran covid-19 yang disebabkan virus corona baru itu.

Dalam hal ini, risiko penularan dan penyebaran covid-19 berpotensi semakin tinggi apabila terjadi kontak dekat antar masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung menggunakan transportasi yang padat. Terlebih ketika tidak ada pembatasan jarak atar penumpang dan duduk berhimpitan di dalam kendaraan pribadi maupun transportasi publik.

“Tidak perlu meninggalkan rumah, tidak perlu berpergian yang jauh, tidak perlu kemudian berpergian bersama keluarga menuju ke tempat lain yang jauh. Risiko akan sangat besar terkait hal itu,” kata Yurianto.

Selain itu, Pemerintah juga meminta masyarakat untuk berlaku bijak terkait rencana untuk pulang kampung mengingat risiko penularan yang tinggi dan membawa virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ke wilayah-wilayah lain.

“Oleh karena itu bijak dalam kaitan dalam merencanakan apabila nantinya akan mudik. Kami menyarankan hati-hati, sebisa-bisanya ditunda sampai dengan kondisi menjadi lebih baik,” tegas Yuri.

Persoalan mudik menjadi perhatian khusus bagi pemerintah karena tidak ingin adanya terjadi peningkatan drastis kasus yang positif terinfeksi Covid-19 dan menghindari penularan di masyarakat. Dalam hal ini masyarakat menjadi pihak yang paling rentan terhadap penularan covid-19 bilamana tidak menerapkan anjuran pemerintah dalam pencegahan sesuai protokol kesehatan.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tetap tinggal rumah dan melakukan kegiatan produktif dengan bekerja, belajar dan beribadah. Kebersihan pribadi juga tetap harus dijaga dengan tetap rajin mencuci tangan sebagai langkah pencegahan infeksi penyakit yang menyerang pernapasan itu.(Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *