Kesiapsiagaan Mitigasi 4 Kabupaten Hadapi Erupsi Gunung Merapi

oleh -170 Kali Dibaca
Kondisi puncak Gunung Merapi, Minggu pagi, 8 November 2020, terpantau dari CCTV pos pengamatan Pasarbubar merapi.bgl.esdm.go.i. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau dan melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di empat kabupaten yang berpotensi terdampak erupsi Gunung Merapi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), sejak Kamis 5 November 2020, meningkatkan status Gunung Merapi yang berada di wilayah perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dari status Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Peningkatan status Gunung Merapi ini, disertai dengan pemetaan Kawasan Rawan Bencana (KRB) III yang meliputi Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan tiga kabupaten di Provinsi Jawa Tengah; Kabupaten Magelang, Klaten dan Boyolali.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati  menyebutkan, Kabupaten Sleman di  Provinsi DIY telah menetapkan status tanggap darurat, yang berlaku sampai dengan 30 November 2020.

Sedangkan tiga wilayah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah sedang mempersiapkan surat keputusan penetapan status darurat, seperti Kabupaten Boyolali, Magelang dan Klaten.

“Meskipun secara administrasi status keadaan darurat sedang dalam proses, pemerintah daerah telah melakukan kewaspadaan dalam mengantisipasi erupsi,” ujar Raditya Jati dalam siaran pers, Sabtu 7 November 2020.

Baca Berita:

Warga Mamuju Tengah Panik Diguncang Lindu 5,1 Magnitudo

Pasca Kenaikan Status Merapi, 607 Warga Kecamatan Dukun Dievakuasi

Kepala BNPB Doni Monardo juga memonitor persiapan dan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam upaya kesiapsiagaan, seperti antisipasi evakuasi warga di tengah pandemi Covid-19.

“Bila tempat pengungsian belum layak, agar koordinasikan dengan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB dan BPBD sehingga bisa tetap terjaga protokol Kesehatan,” pesan Doni.

Ia menambahkan apabila tempat pengungsian berisiko, upaya yang dapat dilakukan, misalnya memisahkan dengan aman kelompok rentan, seperti lanjut usia, warga dengan komorbid, anak-anak, balita dengan orang dewasa.

Semntara itu, BPBD Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terus melakukan upaya penanangan siaga darurat.

Menurut laporan yang diterima Pusat Pengendali dan Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB),  kata Raditya Jati, tim BPBD Kabupaten Boyolali telah berfokus pada penanganan wilayah yang masuk dalam KRB III Gunung Merapi, yakni Desa Jrakah, Desa Klakah dan Desa Tlogolele di Kecamatan Selo.

Adapun upaya yang telah dilakukan adalah dengan mempersiapkan jalur evakuasi untuk warga, menetapkan titik kumpul evakuasi, melakukan gladi lapang terkait pelaksanaan evakuasi, dapur umum dan evakuasi ke desa penyangga.

BPBD Kabupaten Boyolali juga telah melakukan sosialisasi terkait implementasi Sister Village pada masa pandemi, antara Desa Tlogolele di Kabupaten Boyolali dengan Desa Mertoyudan dan Desa Bumirejo yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Magelang.

Tim BPBD Kabupaten Boyolali segera melakukan distribusi logistik berupa bahan pangan dan masker ke TPPS di Desa Tlogolele, Desa Klakah dan Desa Jrakah, setelah status Gunung Merapi meningkat menjadi Siaga, pada Kamis 5 November 2020.

Selain itu, BPBD Kabupaten Boyolali dan gabungan juga menempatkan alat transportasi berupa mobil truk untuk membantu warga dalam melakukan evakuasi di Desa Klakah. Sejalan dengan itu, pelaksanaan pembaruan pendataan penduduk termasuk yang usia rentan, ternak dan kendaraan di wilayah KRB III juga terus dilakukan.

“Sosialisasi terkait informasi terkini juga terus disampaikan agar masyarakat tidak panik. Di sisi lain, warga juga diimbau untuk dapat mempersiapkan diri melaksanakan evakuasi,” sebut Raditya.

Peningkatan status Gunung Merapi menjadi Siaga oleh BPPTKG disertai pemetaan sektoral terkait prakiraan daerah bahaya meliputi 12 desa yang tersebar di Provinsi D.I. Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah.

Sebaran KRB III Gunung Merapi di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Magelang meliputi Desa Ngargomulyo, Krinjing dan Paten di Kecamatan Dukun, di Kabupaten Boyolali meliputi Desa Tlogolele, Klakah dan Jrakah di Kecamatan Selo, dan abupaten Klaten meliputi Dsa Tegal Mulyo, Sidorejo dan Balerante di Kecamatan Kemalang.

Sementara untuk wilayah Provinsi Yogyakarta, Kabupaten Sleman, KRB III Gunung Merapi meliputi Desa Glagaharjo, Kepuharjo dan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan. (Red | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *