Lima Jurnalis Hilang, Wamen Nezar: Kontak Terakhir di Pulau Sebesi

Wamen Komdigi Nezar Patria saat meninjau Posko SAR Gabungan pencarian lima jurnalis hilang bersama tiga awak kapal di perairan Selat Sunda, Carita, Pandeglang, pada Sabtu, 12 September 2026. Foto: Anhar/Komdigi.
Wamen Komdigi Nezar Patria saat meninjau Posko SAR Gabungan pencarian lima jurnalis hilang bersama tiga awak kapal di perairan Selat Sunda, Carita, Pandeglang, pada Sabtu, 12 September 2026. Foto: Anhar/Komdigi.

Ia mengungkapkan, data yang diterima tim menunjukkan kontak terakhir pada 7 September 2026 berada di Pulau Sebesi yang merupakan salah satu gugus pulau terdekat dari Gunung Anak Krakatau.

“Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi,” ujar Wamen Nezar.

Pemantauan jejak komunikasi tersebut dilakukan setelah Kemkomdigi menerima informasi mengenai hilangnya kontak dengan rombongan yang terdiri atas lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.

Kelompok tersebut diketahui berada di perairan Selat Sunda dalam rangka menjalankan tugas jurnalistik untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Nezar menegaskan, di hari kelima, pencarian dan penelusuran terus diperluas. Berdasarkan pembaruan dari tim SAR Banten yang didampingi TNI Angkatan Laut dan Polairud, sebanyak 14 kapal serta satu helikopter dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.

Ia menegaskan, Kemkomdigi akan terus mendukung proses pencarian melalui kapasitas infrastruktur dan pemantauan spektrum frekuensi yang dimiliki kementerian, sekaligus berkoordinasi dengan operator seluler serta tim SAR.

“Kita terus memantau, terus mencari dan sama-sama kita berdoa. Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan delapan warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda,” tuturnya.

Selain mendukung pencarian, Kemkomdigi juga melakukan pemantauan terhadap informasi yang beredar di ruang digital menyusul munculnya berbagai kabar yang belum terverifikasi mengenai insiden tersebut.

Wamen Nezar mengimbau masyarakat untuk melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar serta menjadikan informasi resmi dari tim yang terlibat langsung dalam operasi pencarian sebagai rujukan utama. (Rep-Red)

Sumber: Kementerian Komdigi