Mahasiswa NUS Belajar Kehidupan Warga Lembah Gunung Sibayak

oleh -1.782 Kali Dibaca
Mahasiswa dari National University of Singapore (NUS) bersama warga Lembah Gunung Sibayak, Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM –  Selama 12 hari,   22 mahasiswa dari National University of Singapore (NUS) belajar kehidupan warga Lembah Gunung Sibayak Desa Doulu, Kecamatan Berastagi,  Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kegiatan dilakukan para mahasiswa NUS dalam program Community and Environment Services (layanan masyarakat dan lingkungan).

Sejak berada di Kabupaten Karo, Minggu 21 Juli 2019 hingga Jumat 2 Agustus 2019, ke-22 mahasiswa NUS itu belajar bertani, lebah madu, mengajar anak-anak Lembah Sibayak, membuat meja belajar untuk Rumah Baca Lembah Sibayak (RBLS) dan untuk Rumah Anak Sibayak Simalem (ASISI) sebanyak 50 unit.

Selain itu mereka juga mengunjungi Rumah Adat Karo di Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Museum Lingga, mengunjungi Danau Toba, dan melakukan aksi bersih sampah di Gunung Sibayak, dan menanam pohon di Taman Pendidikan Konservasi (TPK) dalam kawasan Tahura (Taman Hutan Raya) Bukit Barisan.

Fasilitator rombongan mahasiswa NUS, M. Tahar dari IUVA Global, mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar-warga negara serumpun serta membangun kepedulian anak-anak di Singapura agar lebih peduli pada negara tetangga serta bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada anak-anak muda Singapura  dalam melayani masyarakat dan membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Berita:

Kepala BNPB Tinjau Kondisi di Pusat Gempa Banten

Dampak Gempa Banten, BNPB Laporkan Kerusakan Rumah di Jabar

“Selama 12 hari para mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan yang tentunya sangat sulit bisa dilakukan di negaranya. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, terutama anak-anak di Lembah Gunung Sibayak. Kegiatan ini juga dipandu langsung oleh warga Desa Doulu yang merupakan relawan Rumah Baca Lembah Sibayak,” ujarnya.

Di akhir masa kegiatan, para mahasiswa itu membagikan 100 meja belajar untuk anak-anak dan melakukan kegiatan pertunjukan seni dan budaya di antaranya tari-tarian silat dan bermain dengan anak-anak.

Sementara anak-anak Lembah Gunung Sibayak juga menampilkan tarian dan musik tradisional Karo.

Volunteer leader Arie mengatakan,  Rumah Baca Lembah Sibayak memang memiliki program volunteering dan membuka seluas-luasnya kepada siapa saja untuk berbagi keahlian dan kecakapan kepada anak-anak di Lembah Gunung Sibayak.

“Di sini kita mencoba memfasilitasi jika ada yang ingin berbagi. Rumah Baca Lembah Sibayak menjadi seperti jembatan penghubung kepada dunia yang lebih luas,” imbuh Arie. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *