Menyentuh! Tulisan Mbak Tutut: Kamu Harus Kuat

oleh -1.692 Kali Dibaca
Akun twitter Mbak Tutut. [Foto Screenprint | Rienews.com]

RIENEWS.COMSiti Hardijanti Rukmana, akrab dikenal Mbak Tutut, mengejutkan wargnet dengan tulisannya mengenang kembali detik-detik menjelang Presiden ke-2 RI Soeharto, mengundurkan diri, pada tahun 1998.

Melalui akun twitternya, @TututSoeharto49, putri sulung Soeharto, mengutip penggalan kalimat Presiden Soeharto kepadanya: Kamu Harus Kuat.

Dalam tuitan pada Kamis 31 Mei 2018 itu, Mbak Tutut menyertakan tulisannya, bagaimana dia tegar dan bersikeras mendampingi Presiden Soeharto (Bapak Pembangunan), meski mendapatkan larangan.

KLIK: Penampakan Letusan Gunung Merapi Hari Ini

Menukil dari laman tututsoeharto.id, Mbak Tutut mengisahkan.

Bapak melihat saya berpakaian rapi bertanya pada saya: “arep nang endi kowe (mau kemana kamu).”

“Mau nderek (ikut) bapak ke istana,” saya menjawab lirih.

Bapak agak kaget, lalu beliau mengatakan: ”Kamu di rumah saja, ini acara resmi kenegaraan.”

“Tapi saya mau ikut bapak,” saya bersikeras memohon.

“Lihat di TV saja nanti, kan sama saja, lagi pula ini bukan acara keluarga,” bapak pun bersikeras.

Saya tetap pada pendirian saya: “Kali ini saya mau ikut bapak, saya mau menemani bapak.”

“Kamu nanti nggak kuat mendengarnya,” bapak menjelaskan.

“In sya Allah saya kuat pak, saya ikut ya pak,” saya memohon.

Akhirnya bapak mengizinkan saya ikut ke istana. Sampai di istana bapak menuju ruang keluarga sambil menunggu waktu upacara dilaksanakan. Tidak lama kemudian, Ajudan dan Protokol istana masuk ruangan memberi tahu bahwa acara segera dimulai. Bapak berdiri lalu berjalan menuju ruang upacara. Sayapun berdiri ikut berjalan di belakang bapak.

Melihat saya ikut, bapak berhenti sambil berkata : “Kamu tunggu di sini saja wuk. Biar bapak sendiri.”

“Bapak… saya tahu bahwa ini bukan acara keluarga, tapi saya tetap akan ikut dengan bapak sebagai putri bapak, tapi bapak jangan lupa bahwa hingga saat ini saya masih Menteri bapak, jadi saya akan ikut juga sebagai salah seorang pembantu bapak, izinkan saya mendampingi bapak.”

Mendengar jawaban saya, bapak memandang saya agak lama, lalu berkata : “Ya sudah, tapi kamu harus kuat ya.”

Bapak kami seorang negarawan yang selalu menjunjung tinggi prinsip aturan, undang-undang yang berlaku di Negara Indonesia, tapi juga seorang bapak yang selalu melindungi keluarganya. Beliau sangat mengkhawatirkan perasaan saya menerima kenyataan bahwa bapak akan berhenti dari jabatan Presiden yang dipilih oleh masyarakat melalui wakil-wakilnya di MPR-RI. Alhamdulillah beliau bapakku…, terima kasih Tuhan. (Red |*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *