Musibah Kapal Terulang Lagi, 6 Orang Tewas di Perairan Pelawangan

oleh -1.178 Kali Dibaca
Warga mengevakuasi korban kapal nelayan Joko Berek yang karam akibat dihantam gelombang ombak di perairan Pelawangan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis 19 Juli 2018. [Foto BNPB | Rienews.com]

RIENEWS.COM Musibah dialami transportasi laut, armada laut, kembali terulang di Indonesia. Dilaporkan, 6 orang meningal, 7 orang hilang dalam musibah karamnya kapal nelayan di perairan Pelawangan Puger, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur pada Kamis 19 Juli 2018, pukul 08.15 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan saat ini gelombang Samudera Hindia di selatan Jawa tinggi dan ganas sehingga memberikan dampak bagi nelayan, daerah wisata dan kawasan pesisir di Selatan Pulau Jawa.

Kapal nelayan Joko Berek yang berawak 21 orang dihantam gelombang tinggi saat hendak merapat ke pantai sehingga tenggelam. Akibatnya 8 orang awak kapal selamat, 6 orang awak kapal meninggal dunia dan 7 orang awak kapal hilang.

Baca Berita: Bupati dan Kapolres Karo Nobar Film 22 Menit di Hermes XXI Medan

Berita Populer: Kena OTT KPK, Segini Harta Kekayaan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap

Berdasarkan laporan dari Pusdalops BPBD Provinsi Jawa Timur yang disampaikan kePosko BNPB berdasarkan laporan dari Basarnas dan BPBD Kabupaten Jember, menyebutkan, peristiwa terjadi pukul 08.00 WIB.

Saat itu kapal motor Joko Berek  bermaksud pulang dari melaut dan memasuki Pelawangan. Pukul 08.15 WIB ketika sudah memasuki Pelawangan Puger karena kondisi gelombang laut yang tinggi dan kapal motor tidak sanggup melaju, membuat kapal terbalik di jalur masuk.

Pukul 08.30 WIB Pusdalops BPBD Jaa Timur mendapat laporan dari warga bahwa telah terjadi kecelakaan laut di pantai Pancer Puger, segera melakukan evakuasi kepada para korban.

Korban yang berhasil diselamatkan, Sugeng, Sun, Ran, Munawar, Ali, Sahroni, Tar, dan Syaiful.

Korban yang meninggal, Cecep, Hasan, Soim, Ulum, Hadi, dan nakhoda kapal H. Dirman. Sementara 7 orang lainnya hingga kini masih dicari olehtim SAR Basarnas. Yakni Kowi, Munaji, Sapi’i, Kosim, dan tidak lainnya belum diketahui identitasnya.

Sutopo mengimbau masyarakat untuk berhati-hati melakukan aktivitas di laut dan pantai.

“Bagi nelayan agar selalu waspada dan hati-hati saat berlayar. Jika kondisi tidak memungkinkan hendaknya mengurangi aktivitas di laut sementara waktu. Bagi masyarakat umum yang akan berwisata di beberapa pantai hendaknya ikuti saran dari petugas. Jangan berenang laut,” kata Sutopo dalam siaran pers yang diterima rienews.com(Rep-02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *