Objek Wisata Sampuren Sikulikap Dilengkapi Camping Ground

oleh -1.203 Kali Dibaca
Pemandangan wisata alam di air terjun (sempuren) Sikulikap di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara melalui UPT Taman Hutan Raya Bukit Barisan (Tahura BB) bekerja sama dengan pihak ketiga, terus melakukan pembenahan di kawasan objek wisata Air Terjun (Sampuren) Sikulikap, Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

Pasca pembersihan semak belukar, sebelumnya tidak dirawat, pembukaan dan perbaikan akses jalan masuk. Kini wisatawan yang berkunjung ke Sampuren Sikulikap dapat dengan mudah menikmati panorama wisata alam itu.

Perjalanan ke objek wisata Sampuren Sikulikap makin mengasyikan bagi wisatawan yang menginginkan petualangan wisata di hutan rimba. Menapaki jalan menuju bawah air terjun, sembari melepaskan pandangan mata di kehijauan pepohonan yang berdiri kokoh di kawasan Tahura Bukit Barisan. Udara dingin, khas dataran tinggi Karo, menjadikan perjalanan wisata di Sampuren Sikulikap, akan menyenangkan.

Flora dan fauna pun menjadi teman perjalanan Anda menikmati kawasan Sempuren Sikulikap ini.

Baca Berita:

Pemkab dan KPU Karo Deklarasi Damai Pasca Pemilu 2019

Kreativitas Duo Alumni IPB Bikin Air Terjun Sikulikap Kian Asri

Ardian Surbakti bersama Kris Ginting, merupakan pihak ketiga yang menjalin kerja sama dengan UPT Tahura Bukit Barisan dalam memperindah kawasan wisata Sampuren Sikulikap.

Kedua pemuda ini terus membenahi dan melengkapi sarana wisata di kawasan hutan tersebut. Ardian dan Kris juga membuat zonasi untuk kegiatan camping ground, dan sarana panjat tebing di kawasan Sempuren Sikulikap.

“Untuk kawasan camping ground dan panjat tebing bagi pencinta alam, akan di lokalisasi. Hal ini untuk menjaga keasrian kawasan hutan,” kata Ardian, Sabtu 29 April 2019.

Ditegaskannya, untuk wisatawan saat ini hanya dikenakan biaya kebersihan yang bersifat sukarela, dan biaya parkir kendaraan.

“Uang kebersihan sukarela ini hanya bersifat untuk menekan rasa tanggung jawab bagi wisatawan ke sini,” imbuh Ardian. (Rep-01)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *