Pantau Gunung Merapi dari Udara, BPBD DIY Temukan Longsoran Baru

oleh -176 Kali Dibaca
Kondisi puncak dan lereng Gunung Merapi. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan pemantauan kondisi terkini Gunung Merapi dengan menggunakan helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hasil dari pemantauan, Jumat 27 November 2020, itu ditemukan longsoran baru di Gunung Merapi yang mengarah ke aliran sungai yang berhulu di lereng Merapi.

TRC BPBD DIY, Endro Sambodo menyebutkan pemantauan lewat udara dimaksudkan melihat kondisi terkini Gunung Merapi, pasca statusnya dinaikkan menjadi Level III (Siaga) sejak Kamis 5 November 2020, untuk mengambil langkah mitigasi erupsi Gunung Merapi bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.

“Sebagai bahan evaluasi untuk mitigasi masyarakat di bantaran sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi,” tutur Endro Sambodo.

Dikatakannya, melalui pengamatan udara itu, banyak material longsoran baru dari puncak gunung.

Baca Kumpulan Berita Gunung Merapi Di Sini

“Sekilas, terdapat banyak material longsoran baru,” kata Endro, dalam siaran pers yang diterima redaksi dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, Jumat malam, 27 November 2020.

Longsoran itu, menurut dia, mengarah ke lereng yang secara dominan menuju ke barat dan barat daya. Sedangkan dilihat dari morfologinya, material longsoran tersebut mengarah ke hulu Kali Senowo, Kali Putih dan Kali Lamat.

Endro juga melaporkan untuk wilayah barat daya, ada beberapa material yang berada di lereng mengarah masuk ke hulu Kali Boyong dan Kali Krasak. Sedangkan untuk sisi tenggara di hulu Kali Gendol terlihat ada longsoran material baru.

Baca Berita:

Terkelin Brahmana Masuk 100 Karo Inspiratif

Begini Prediksi BPPTKG Bila Merapi Erupsi

Perkiraan sementara. longsoran tersebut berasal dari bukaan kawah di dinding sebelah barat.

Untuk kajian lebih lanjut, TRC BPBD DIY kemudian melaporkan hasil pantauan tersebut ke Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk dianalisa lebih lanjut.

Material Lama

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, sebelumnya, mengemukan adanya jejak material guguran sisa erupsi Gunung Merapi tahun 1998 di sisi barat yang mengarah ke Kali Senowo dan Kali Lamat, serta sisa lava erupsi tahun 1948. Hanik juga melihat adanya guguran dari material lama, yang ada di kawah-kawah dari sisi luar dan mengarah ke sisi barat.

Analisis tersebut diungkapkan Hanik usai melakukan pemantauan udara terhadap kondisi Gunung Merapi, pada Kamis 26 November 2020.

“Dari pemantauan udara tadi terlihat jejak-jejak material guguran di sisi barat, yaitu di Lava (sisa erupsi tahun) 1998 yang mengarah ke hulu Kali Senowo dan Kali Lamat, serta di Lava (sisa erupsi tahun) 1948,” kata Hanik.

Berdasarkan prediksi sementara dari hasil pengamatan tersebut, menurut Hanik, potensi bahayanya masih mengarah ke Sungai Gendol.

Lebih lanjut, Hanik juga memperkirakan guguran material dari aktivitas Gunung Merapi pada tahun ini dapat berpotensi mengarah ke aliran hulu Kali Senowo dan Kali Lamat. Akan tetapi pihaknya, belum dapat menentukan secara pasti arah dari alirannya.

“Itu material lama yang jatuh ke arah barat laut yaitu Sungai Senowo dan Sungai Lamat, tapi masih di hulu. Sementara untuk potensi bahaya, arahnya masih ke Sungai Gendol. Tapi melihat guguran juga terjadi di barat laut, maka potensi ke arah itu juga ada. Hanya saja kami masih belum bisa menentukan arah pastinya,” imbuhnya.

Hanik Humaida juga berharap hasil pengamatan tersebut kemudian dapat memberikan gambaran para pengambil kebijakan agar membuat keputusan dengan baik, dalam kaitan pengurangan risiko bencana dan penguatan kapasitas lainnya. (Red | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *