Pasca Gempa, Ribuan Warga Sulteng Kembali ke Rumah

oleh -1.001 Kali Dibaca
Kondisi warga Kabupaten Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, mengungsi pada Jumat maklam, 12 April 2019, usai gempa 6,8 SR terjadi. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Ribuan warga di Provinsi Sulawesi Tengah kembali pulang ke rumah masing-masing, Sabtu 13 April 2019. Sejak Jumat malam, 12 April 2019, ribuan warga mengungsi setelah gempa 6,9 skala richter mengguncang Kabupaten Morowali, Kabupaten Kepulauan Banggai dan wilayah lainnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Banggai melaporkan pada Sabtu pukul 06.00 WIB, bahwa 1.300 kepala keluarga (KK) penyintas tersebar di 4 titik, halaman Kantor Bupati, Masjid An-Nur di komplek perkantoran, Gedung DPRD, dan kantor Polres telah kembali ke rumah mereka.

“Penyintas pulang ke rumahnya secara mandiri dan sebagian di antar oleh BPBD,” ujar Sutopo.

Ditegaskan Sutopo, kondisi masyarakat di Kota Palu, Luwu, Banggai, Kepulauan Banggai sudah kondusif.

“Beberapa warga di Kabupaten Banggai masih ada di pegunungan karena rasa takut, demikian juga mereka yang ada di Kabupaten Kepulauan Banggai. Namun sebagian besar warga yang awalnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Sutopo.

Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) sudah menyatakan peringatan dini tsunami diakhiri sejak semalam. Namun tidak seketika warga mau  kembali ke rumahnya. Arti dari peringatan dini tsunami diakhiri, adalah Pemda dapat mengarahkan warganya dapat kembali ke rumahnya masing-masing. Kondisi aman dari tsunami.

Baca Berita:

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Palu Butuh Rp36 Triliun

BNPB Update Dampak Gempa 6,9 SR Sulteng

Namun demikian, di lapangan tidak mudah untuk meyakinkan masyarakat, apalagi jeda waktu antara peringatan dini evakusi dan diakhiri dalam waktu pendek sehingga masyarakat tetap di pengungsian.

“Mereka tetap memilih mengungsi di bukit-bukit atau di daerah yang tinggi,” kata Sutopo.

Sementara itu, gempa dengan kedalaman 17 km telah mengguncang kuat di Kabupaten Taliabu sehingga membuat masyarakat panik dan mengungsi ke tempat aman. Beberapa upaya yang telah dilakukan sesaat setelah terjadinya gempa, antara lain; BPBD Kabupaten Banggai telah meminta masyarakat di Kecamatan Toili untuk mengungsi.  BPBD Kabupaten Morowali saat ini sedang melakukan pengecekan dampak gempa untuk wilayah yang dekat pantai.

BPBD Kabupaten Kepulauan Banggai telah mengarahkan masyarakat untuk tenang dan kembali ke rumah karena BMKG telah menyatakan bahwa tsunami telah berakhir. BPBD setempat telah mendirikan tenda pengungsi di halaman Kantor Bupati. BPBD Kota Palu berkeliling menggunangan mobil rescue mengabarkan kepada masyarakat bahwa tsunami telah berakhir. (Rep-02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *