Pemkab Karo-BIG Teken MoU Atasi Berbagai Persoalan Termasuk Batas Wilayah

oleh -136 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Sekretaris Utama Badan Informasi Geospasial (BIG) Muhtadi Ganda Sutrisno menunjukan Nota Kesepahaman yang ditandatangani, Jumat 8 November 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Badan Informasi Geospasial (BIG) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), dalam rangka mendukung program Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Penandatangann MoU dilakukan di Kantor BIG, Jalan Raya Jakarta – Bogor KM 46, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat 8 November 2019.

Terkelin mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari akses data-data dan kajian menjadi ujung tombak perencanaan pembangunan untuk Kabupaten Karo ke depannya.

“Kabupaten Karo saat ini ada beberapa titik desa mengalami termasalahan batas dan peta antar-desa belum terselesaikan,” kata Terkelin didampingi Kabag Otda Karo Robinson Brahmana, Kabag Penum Caprilus Barus, Sekretaris Bappeda Amal Sembiring.

Disebutkannya, dengan adanya kerja sama Pemkab Karo dengan Badan Informasi Geospasial, akan dapat  menyelesaikan permasalahan, di antaranya tapal batas antar-desa di Kabupaten Karo.

Baca Berita:

Innova Alami Kecelakaan Tunggal, Satu Orang Tewas

Pemkab Karo Kini Dilengkapi Command Center

“Dengan kesepakatan bersama BIG, maka keberadaan BIG diharapkan dapat pilot project terdepan penyelesaian masalah sesuai kebutuhan Pemda Karo. Baik batas antar -desa, antar-kabupaten, antar-provinsi,” ungkapnya.

Terkelin menyebutkan, isi nota kesepahaman yang baru saja ditandatangani, berisi di antaranya, meliputi kerja sama  pembangunan basis data dan metadata geospasial, penyelenggaraan dan pemanfaatan jaring kontrol geodesi, dan penyelenggaraan informasi geospasial terkait tata ruang dan administrasi wilayah.

Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang informasi geospasial, penelitian, pengembangan teknologi aplikasinya. Pemanfaatan bersama sarana dan prasarana tertentu untuk mendukung kegiatan pemakai data dan informasi geospasial.

Sekretaris Utama Badan Informasi Geospasial (BIG) Muhtadi Ganda Sutrisno menyampaikan data-data yang dikumpulkan dan dikaji oleh BIG ke depannya menjadi dasar dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Sekarang ini MoU seluruh Indonesia hanya melibatkan tiga Kementerian /Lembaga, 16 pemerintah daerah dan 1 pihak swasta. Di sisi lain tujuan BIG sangat berperan untuk menjadi landasan pembangunan infrastruktur di setiap Kementerian /Lembaga, Pemda dan pihak swasta. Bahkan termasuk sebagai mitigasi bencana maupun memetakan wilayah yang dianggap rawan,” katanya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *