Pemkab Karo Siapkan SOP Menuju New Normal

oleh -235 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama unsur pimpinan Forkopimda menggelar Rakor membahas New Normal Life di tengah pandemi Covid-19, Rabu 3 Juni 2020, di ruang kerja Bupati. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM –  Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tengah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) New Normal. Bupati Karo Terkelin Brahmana mengungkapkan, dirinya memerintahkan OPD Pemkab Karo untuk menyusun SOP New Normal yang juga melibatkan TNI dan Polri.

“Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Karo sedang mempersiapkan SOP di lingkungan masing-masing.Dengan adanya SOP ini, nantinya akan menjadi jelas apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam pemberlakukan new normal nanti yang juga akan melibatkan unsur TNI/Polri,” kata Terkelin Brahmana kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin 15 Juni 2020.

Ditegaskannya, esensi dari SOP New Normal adalah pengetatan protokol kesehatan di semua sektor, di antaranya di sektor pariwisata.

Baca Berita: 

Dampak Covid-19, 122 KK Warga Desa Kuta Buluh Terima BLT Dana Desa

GMKI Gelar Zoom Meeting Bersama Bupati Karo Menyoal New Normal

“Esensinya, pengetatan protokol kesehatan di semua lini dan sektor. Hal ini dilakukan agar wisatawan yang datang kembali merasa aman dan nyaman dan kembali lagi ke tempatnya atau daerah asalnya juga dengan aman dan nyaman. SOP protokol kesehatan yang berfokus pada kesehatan, kebersihan, dan keamanan tersebut masih disusun secara terperinci, dipersiapkan oleh tim teknis dan juga oleh OPD masing-masing,” ungkap Terkelin.

Terkelin menyampaikan, bahwa informasi dari Gugus Tugas Covid-19 Pemerinta Provinsi Sumatera Utara new normal terbagi tiga, new normal zona merah, new normal zona kuning dan new normal zona hijau.

“Tentu konsepnya berbeda di masing-masing zona,” tegasnya.

Pariwisata Karo Masih Ditutup

Hingga saat ini sektor pariwisata di Kabupaten Karo ditutup, sebagaimana instruksi pemerintah pusat. “Sesuai instruksi pemerintah pusat, seluruh destinasi wisata Kabupaten Karo ditutup pada masa pandemi Covid-19. Hingga saat ini, sudah sekitar tiga bulan tak ada aktivitas apapun di lokasi wisata,” kata Bupati Karo Terkelin Brahmana.

Dampak penutupan ini, diakui Terkelin, menghilangkan matapencaharian warga yang terlibat di sektor pariwisata Karo.

“Hilangnya aktivitas pariwisata ini melenyapkan mata pencaharian orang-orang yang terlibat di dalamnya. Itu termasuk pengelola dan masyarakat yang memanfaatkan destinasi wisata. Industri kuliner hingga kreatif pun mati suri. “Sampai sekarang masih ditutup. Kami masih menunggu instruksi pusat dan Pemrovsu untuk aktivitas wisata,”sebutnya.

Meski begitu, Terkelin meminta para pengelola wisata tetap merawat destinasi wisatanya agar saat kembali dibuka, sudah siap dikunjungi wisatawan.

Begitu juga hotel berbintang, home stay, penginapan dan vila, mempersiapkan segala sesuatunya, apabila nanti dibuka masa new normal wisata Karo.

“Sosialisasi dan edukasi new normal wisata ini juga harus betul-betul sampai ke masyarakat khususnya para pelaku wisata dan stakeholders,” ujarnya.

Terkelin menekankan, dengan diberlakukannya new normal nanti, maka kegiatan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.

“Pemerintah Kabupaten Karo sedang mempersiapkan langkah-langkah new normal. Sebelum ada anti-virus corona ini, penyebaran virus ini belum bisa diprediksi kapan akan kembali normal seperti sebelumnya. Itulah sebabnya, kita tak boleh pasrah,” katanya.

Pemkab Karo kini mempersiapkan regulasi (SOP) memasuki tatanan new normal, dan kepada masyarakat diminta dapat mentaati dan menjalankanya dengan sungguh-sungguh.

“Sehingga kehidupan akan kembali berjalan normal, ekonomi berputar, tetapi tetap mentaati prosedur dan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, baik di sektor pendidikan, kegiatan keagamaan, pasar, rumah makan, kafe, hotel dan lainnya. Nah, sebelum menuju kesana (new normal) ada beberapa prasyarat suatu daerah untuk dapat menerapkan new normal sesuai rekomendasi WHO, sehingga tercipta kehidupan aman dan produktif. Itulah yang sedang kita susun, SOP di sejumlah sektor,” pungkas Terkelin. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *