Penjelasan BNPB Soal Gempa Bali dan Lampung

oleh -2.734 Kali Dibaca
Peta gempa yang terjadi di Bali dan Lampung, Kamis 23 Agustus 2018. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COMBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan keterangan dampak gempa 5,4 skala Richter (SR) yang mengguncang Provinsi Bali, Kamis 23 Agustus 2018.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa 5,4 SR terjadi pada pukul 05.48 WIB, dengan lokasi 103 km Barat daya Denpasar-Bali,  posisi  Lintang 9.48 lintang selatan, Bujur 114.75 bujur timur, dengan kedalaman 10 Km.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menegaskan, gempa tidak berpotensi Tsunami, tidak ada korban jiwa dan kerusakan.

“Posko BNPB telah mengkonfirmasi dampak gempa ke BPBD. Kondisi mutakhir,  gempa dirasakan sedang oleh masyarakat di Bali bagian selatan dan Jawa Timur di bagian tenggara dan selatan selama 1-3 detik. Tidak ada dampak korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempa,” ujar Sutopo.

Baca Berita: Kepala Parawasa Berastagi Bungkam Soal Keberadaan 3 PSK Belia

Dijelaskannya, sumber gempa berasal dari zona subduksi (pertemuan) lempeng Hindia Australia dan lempeng Eurasia di selatan Bali.

“Gempa ini tidak ada kaitan dengan gempa yang terjadi di Lombok. Aktivitas masyarakat tetap berjalan normal,” pungkas Sutopo.

BMKG kembali mengumumkan telah terjadinya gempabumi dengan kekuatan 5,5 SR pada pukul 10.44 WIB, di Pesisir Barat-Lampung. Gempa dirasakan sedang dan keras selam 1-2 detik.

Sutopo mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dan kerusakan berat dari bangunan akibat gempa.

“Berasarkan analisis peta  gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Pesisir Barat Lampung dan Lampung Barat memiliki intensitas gempa dirasakan III-IV MMI (ringan). Tidak membahayakan konstruksi bangunan,” pungkas Sutopo. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *