Pilbup Karo, 2 TPS Masuk Zona Rawan

oleh -216 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana menghadiri kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Senin 23 November 2020. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana menyatakan akan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karo, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Karo serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dalam menyikapi 2 lokasi tempat pemungutan suara (TPS) pada Pilkada Karo, 9 Desember 2020, masuk kategori rawan.

Hal ini disampaikan Terkelin Brahmana usai mendengarkan pemaparan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Martuani Sormin tentang zona merah dalam Pilkada Serentak yang dilaksanakan di 23 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara.

Pemaparan zona merah Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Sumatera Utara, disampaikan Irjen Pol  Martuani Sormin saat kunjungan kerja Ketua Komisi II  DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung, beserta anggota Komisi II DPR RI Djarot Saiful Hidayat, dan Junimart Girsang, Senin 23 November 2020, di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmyadi.

Baca Berita:

Ini Tips Jaga Kesehatan Bupati Karo di Masa Pagebluk Covid-19

BNPB Evaluasi Penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pengungsi  Gunung Sinabung

Irjen Pol Martuani Sormin menyebutkan, 23 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara menggelar Pilkada Serentak 2020, dengan jumlah TPS 19.919. Sebanyak 18.502 TPS dikategorikan aman, 1.223 TPS kategori rawan, 179 TPS sangat rawan, dan 15 TPS khusus.

Merujuk pada pemaparan Kapolda Sumut, Bupati Karo Terkelin Brahmana menegaskan akan menyikapi 2 TPS di Kabupaten Karo yang masuk kategori rawan.

“Sesuai paparan Kapoldasu, di Kabupaten Karo memiliki 927 TPS. Sebanyak 925 TPS masuk zona aman, dan 2 TPS masuk zona rawan. Untuk itu, ke depan kita akan koordinasikan bersama KPUD Karo dan Bawaslu Karo dan Forkopimda agar mempelajari kembali terkait adanya  2 TPS yang dianggap rawan. Langkah ini antisipasi, meminimilasir agar tidak terjadi ancaman seperti yang diprediksi,” tegas Terkelin.

Untuk pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Sumatera Utara, Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengerahkan 20.669 personel. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *