Presiden Saksikan Kesepakatan Pascabanjir Bandang Jayapura

oleh -1.324 Kali Dibaca
Kepala BNPB Doni Monardo menyambut Presiden Joko Widodo di acara penandatangan Nota Kesepakatan dalam penyelesaian permanen pascabanjir bandang Kabupaten Jayapura, Senin 1 April 2019, di ruang VIP Bandara Sentani, Jayapura, Papua. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin 1 April 2019, menyaksikan penandatanganan Nota Kesepakatan 17 pihak dalam penyelesaian permanen pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Penandatanganan dilangsungkan di ruang VIP, Bandara Sentani.

Nota Kesepakatan tersebut berisi pemulihan kawasan cagar alam Pegunungan Cycloops, Danau Sentani, dan daerah aliran sungai (DAS) Sentani Tami.

Ke-17 pihak yang menandatangani Nota Kesepakatan antara lain BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten dan Kota Jayapura, Pemerintah Kabupaten Keerom, Univeristas Cenderawasih, PT. Freeport Indonesia, Dewan Adat Suku Sentani, Lembaga Musyawarah Adat Port Numbay, Dewan Persekutuan Gereja Papua, Sinode GKI, dan Sinode Gidi di tanah Papua.

Sehari sebelumnya, Minggu 31 Maret 2019, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dihadapan perwakilan pemuka gereja-gereja di Papua, menyampaikan, untuk pelibatan dalam memberikan penjelasan kepada para jemaat saat ada kebaktian gereja. Doni mencontohkan dengan upaya untuk menjaga alam, tidak menebang pohon di kawasan cagar alam.

Banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan (Distrik) Sentani pada 16 Maret 2019, mendorong BNPB untuk bekerja sama dengan banyak pihak mencari solusi permanen terhadap potensi bahaya yang juga bersifat permanen.

Ruang lingkup Nota Kesepakatan yang ditandatangani 17 para pihak, mencakup beberapa hal di antaranya, Koordinasi, sinkronisasi program dan pelaksanaan pemulihan kawasan cagar alam Pegunungan Cycloops, Danau Sentani, DAS Sentani Tami;  Perencanaan detail tata ruang dan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang kawasan Pegunungan Cycloops, Danau Sentani, DAS Sentani Tami yang berwawasan lingkungan dan berbasis pengurangan risiko bencana.

Baca Berita:

Pemilu 2019, Dandim Tulang Bawang: Wajib Hukumnya Netral

Korban Tewas Bencana di Jayapura Kini Mencapai 104 Orang

Sinkronisasi mitigasi bencana dan literasi kebencanaan untuk masyarakat melalui edukasi, sosialisasi dan simulasi bencana; Konservasi tanah dan air serta pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan; Penataan kawasan dan pemulihan ekosistem cagar alam Pegunungan Cycloop; Pemetaan hak ulayat masyarakat adat yang berwawasan lingkungan dan berbasis mitigasi bencana.

Penguatan pembinaan dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah berbasis komunitas dan ekonomi lokal; Pembangunan infrastruktur, investasi dan perijinan sesuai dengan daya dukung dan daya tampung yang berwawasan lingkungan dan berbasis mitigasi bencana; Menyediakan lokasi dan hunian sementara serta hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana, dan rawan bencana; Bidang lain yang disepakati para pihak.

Menurut Kepala Data Pusat Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, setelah penandatanganan Nota Kesepakatan yang berlangsung 15 menit, Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke pos penampungan penyintas di GOR Toware, Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua.

Banjir bandang Sentani mengakibatkan 112 warga meninggal dunia, dan 17 warga masih dilaporkan hilang. BPBD Provinsi Papua mencatat korban luka berat sejumlah 153 jiwa dan luka ringan 808 jiwa. Sejumlah 4.763 jiwa (963 KK) mengungsi di 21 titik pos penampungan. Sedangkan kerusakan rumah warga, BPBD mencatat 1.788 rumah rusak dengan rincian rusak berat 291 rumah, rusak sedang 209, dan rusak ringan 1.288. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *