Rakyat Indonesia Kecam Aksi Bom Gereja Surabaya

oleh -1.992 Kali Dibaca
Ilustrasi

RIENEWS.COMUcapan belasungkawa dan kecaman atas tindakan pelaku bom di tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu pagi, 13 Mei 2018, datang dari berbagai tokoh dan masyakarat dari pelosok negeri.

Ramai imbauan kepada masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto korban-korban aksi bom gereja. Hal ini sebagai bentuk belasungkawa kepada para korban aksi bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng,  Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuna.

Ledakan bom di tiga gereja Surabaya dilakukan dalam waktu hampir bersamaan, 07.15 WIB.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Mahfud Arifin menegaskan, pengamanan telah dilakukan, dan aksi bom itu menyebabkan dua anggota Polri menjadi korban.

“Polisi juga jadi korban,” kata Irjen Mahfud Arifin.

KLIK: Rocky Gerung  “Membumikan Kata”

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung menyebutkan korban tewas dalam aksi bom kini bertambah menjadi 9 orang, dan 40 orang korban luka kini dirawat di rumah sakit, dua di antaranya personel Polri.

“Informasi terupdate, korban meninggal 9  orang dan korban luka 40 orang, dua anggota polisi,” kata Kombes Frans Barung kepada wartawan.

Menyusul aksi bom gereja di Surabaya, Kepolisian meningkatan pengamanan dan mengimbau anggota Polri untuk waspada terhadap tindakan sporadis pelaku bom.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo yang mendatangi lokasi peledakan bom di Jalan Arjuna, menyampaikan rasa duka kepada korban bom gereja.  Dia pun meminta masyarakat melawan terorisme karena merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ditegaskan Soekarwo, Pemprov Jawa Timur bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) terus memperkuat pengamanan di semua tempat.

Presiden Joko Widodo [Foto Print Screen @jokowi|Rienews.com]
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak ada tempat untuk terorisme di Indonesia. Penegasan tersebut ditulis Presiden Jokowi dalam akun twitternya, Kamis 10 Mei 2018.

Kita semua bersatu melawan terorisme. Terorisme adalah musuh kemanusian. Tidak ada tempat untuk terorisme di Indonesia.

Tokoh Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii) melontarkan kecaman pelaku bom gereja. Buya Syafii menyatakan aksi bom gereja di Surabaya kebiadaban dahsyat.

Kebiadaban dahsyat lagi terjadi pada tiga gereja di Surabaya. Saya tdk tahu lagi kalimat macam apa lagi yg harus disampaikan, perbuatan brural ini blm juga berkurang.

Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii) [Foto Print Screen @BuyaSyafii|Rienews.com]
Dari Sumatera Utara, sejumlah organisasi mengecam aksi bom gereja di Surabaya.  Aliansi Sumut Bersatu, FITRA Sumut, dan Jaringan PA Sumut mengecam tindakan terorisme Surabaya: Indonesia berduka atas aksi bom bunuh diri yang terjadi di gereja di Surabaya, dengan ini Kami masyarakat sipil Sumatera Utara, menyatakan: ungkapan rasa duka cita mendalam untuk seluruh korban aksi bom bunuh diri. Meminta Pemerintah memberikan layanan kesehatan yang terbaik terhadap korban.

Mengutuk keras aksi terorisme dalam bentuk apapun dan di mana pun. Mendukung terus Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas pelaku dan seluruh aktivitas terorisme di Indonesia dan menjamin keamanan fasilitas publik seperti rumah ibadah.

Menghimbau masyarakat untuk tetap melawan aksi terorisme dan paham radikalisme  Menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak takut dalam menghadapi aksi-aksi terorisme.  Menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia tidak menyebarkan foto – foto korban ledakan bom. (Rep-02|*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *