Rektor UMY Tegaskan Penting Pengelolaan Kebencanaan

oleh -978 Kali Dibaca
Rektor UMY, Dr. Ir Gunawan Budiyanto, M.P., menghadiri Asia University President and Rector Forum on Sustainable Development Goals (SDGs) of the United Nations and Regional Revitalization, digelar Senin 13 Mei 2019, di Ando Lecture Hall Museum of Modern Art, Asia University (AU) Taiwan. [Foto UMY | Rienews]

RIENEWS.COM –  Indonesia sebagai negara yang berada di dalam area ring of fire, harus selalu siap dengan kemungkinan terjadinya bencana. Karena setiap bencana alam yang terjadi selalu diiringi dengan potensi jatuhnya korban dan menciptakan kerentanan sosial yang harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Namun, hal ini tidaklah cukup apabila hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Karena itu perlu kontribusi dari berbagai pihak termasuk universitas.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Ir Gunawan Budiyanto, M.P., dalam forum bertajuk 2019 Asia University President and Rector Forum on Sustainable Development Goals (SDGs) of the United Nations and Regional Revitalization, digelar Senin 13 Mei 2019, di Ando Lecture Hall Museum of Modern Art, Asia University (AU) Taiwan.

Gunawan dalam presentasinya, Disaster Awareness as a Part of University Social Responsibility, menyebutkan, bahwa harus ada partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kebencanaan.

“Perlu ada keterlibatan dari masyarakat dalam menerapkan manajemen bencana mulai dari mitigasi, tanggap darurat dan pemulihan. Ini bisa dilakukan oleh institusi swasta dan kelompok sukarelawan yang dibentuk oleh masyarakat, yang kemudian ditingkatkan melalui program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat,” tutur Gunawan.

Baca Berita:

Polisi Gelar Operasi Penangkapan Judi di Pajak Laubelang

Manfaatkan Wayang Cara PKM-M UMY Menarik Minat Anak Belajar di TPA

Disebutkannya, bahwa hal tersebut juga dilakukan oleh UMY dalam usahanya menyiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Salah satu misi UMY adalah meningkatkan martabat manusia untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban. Ini yang menjadi dasar pertanggungjawaban sosial UMY dalam melakukan banyak program untuk masyarakat untuk “berhadapan” dengan bencana. Antara lain yang rutin dilaksanakan adalah program pemberdayaan sosial melalui kegiatan pelayanan sosial di desa-desa dan di daerah yang terkena bencana,” kata Gunawan.

Rektor UMY menjelaskan, kegiatan tersebut menargetkan para terdampak bencana agar dapat melakukan penanggulangan korban dan kerentanan sosial yang terjadi di lingkungannya.

“Karena itu penerapan manajemen bencana yang diberikan juga termasuk memperkenalkan masyarakat dengan aksi mitigasi bencana, manajemen respon darurat dan proses pemulihan yang kami sediakan dalam lokakarya dan kegiatan praktis di lapangan,” ujar Gunawan.

Direktur Kantor Urusan Internasional UMY, Yordan Gunawan, S.H., MBA., M.H., menjelaskan, bahwa forum ini membahas peran universitas dalam mencapai SDGs yang menjadi agenda PBB. Selain UMY forum tersebut juga mengundang sejumlah institusi pendidikan lainnya.

Menurut Yordan, selain Rektor UMY, acara yang dihadiri sivitas akademika kampus di Taiwan ini juga menghadirkan pembicara lainnya antara lain, Peretz Lavie (President, Technion-Israel Institute of Technology, Israel), Katsutoshi Sakurai (President, National University Corporation Kochi University, Japan), Appa Rao Podile (Vice-Chancellor, University of Hyderabad, India), João Amaro de Matos (Matos Vice Rector, NOVA University Lisbon, Portugal), President, China Medical University, Taiwan Academician, Academia Sinica, Taiwan) serta President, Higher Education Evaluation and Accreditation Council of Taiwan). (Rep-02 | Rel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *