Dengan telah beroperasinya belasan dapur MBG di Labuhanbatu, ia menilai program ini sedang berada pada fase pertumbuhan yang sangat krusial.
“Program sebesar ini harus tepat sasaran dan benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan, bukan sekadar merata secara administratif,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas makanan, ketepatan distribusi, serta manfaat nyata yang benar-benar dirasakan oleh para penerima manfaat. Menurutnya, keberhasilan program akan terlihat dari dampak langsung terhadap kesehatan dan perkembangan anak-anak.
Lebih lanjut, Sihar menegaskan bahwa kesuksesan program MBG sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, termasuk keterlibatan aktif masyarakat.
Ia menekankan tiga aspek utama yang perlu diperkuat, yakni pengawasan berbasis masyarakat, partisipasi ekonomi lokal dalam rantai pasok dapur MBG, serta keterbukaan terhadap kritik sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan pelaku ekonomi lokal, Labuhanbatu diharapkan dapat menjadi contoh pelaksanaan Program MBG yang tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi generasi masa depan. (Rep-Bud)






