Ulah Petugas Retribusi Wisata Lau Debuk-Debuk Bikin Resah Pengunjung

oleh -2.104 Kali Dibaca
Ilustrasi lokasi wisata air panas.

RIENEWS.COMPengunjung ke lokasi wisata pemandian air panas, Lau Debuk-Debuk di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dibikin resah oleh ulah petugas retribusi. Hal ini dialami Jon Ginting, warga Kabanjahe, bersama rombongan keluarganya untuk menikmati pemandian air panas, Minggu malam, 26 Agustus 2018.

Jon beserta 41 orang rombongannya menggunakan tiga kendaraan roda empat. Setelah membayar retribusi masuk ke wisata pemandian air panas, di pos retribusi. Tiap orang dikenakan biaya masuk sebesar Rp4.000 untuk semua umur.

“Tapi tiket masuk yang diberikan hanya 15 lembar,” ungkap Jon Ginting, Senin 27 Agustus 2018.

Berita Terkait: Dinas Pariwisata Karo Bangun Pos Retribusi Baru Masuk Gundaling

Setelah membayar retribusi masuk di pos pengutipan, kendaraan Jon dan rombongan kembali dihentikan seorang oknum petugas.

“Tidak sampai berjarak sekitar 3 meter melintasi pos retribusi, kembali distop salah satu pegawai retribusi Air Panas Debuk-Debuk. Anehnya,  pegawai tersebut dalam keadaan tidak normal, mabuk minuman,” ujar Jon.

Oknum tersebut kembali meminta retribusi. Jon lantas menjelaskan kepada petugas tersebut, telah membayar retribusi masuk di pos retribusi.

Berdasarkan pengakuan oknum tersebut,  kata Jon Ginting, pengutipan retribusi masuk sengaja dilakukan petugas dua kali untuk memastikan warga sudah membayar tiket masuk.

Tindakan petugas pengutip retribusi di wisata Air Pana Debuk-Debuk, disesalkan Jon.

“Kenapa ada lagi cara “koboi-koboi” mabuk bekerja melayani masyarakat. Ini berdampak menakuti pengunjung yang akan menimkati kolam pemandian Debuk – Debuk,” ungkap Jon.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karo, Mulia Barus menegaskan akan memeriksa petugas retribusi yang melakukan tindakan tersebut.

“Sabar dulu ya, saya akan periksa siapa orang itu, dan akan saya panggil guna menegurnya,” kata Mulia Barus.

Diakui Mulia Barus, memang ada penempatan petugas dari Dinas Pariwisata Karo di pos retribusi tersebut.

“Dinas Pariwisata memang ada di pos yang dimaksud,” kata Mulia Barus.

Dia pun menyarankan awak media mengkonfirmasi kejadian itu kepada Kepala Bidang Retribusi, Piala Putra Tarigan. Namun, yang bersangkutan tak dapat dikonfirmasi dengan alasan sedang rapat.

“Saya lagi rapat, besok sajalah,” pungkas Putra Tarigan. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *