Kasus TPPO 20 WNI di Myanmar, Identitas Perekrut Sudah Diketahui

Bareskrim Polri usut kasus dugaan perdagangan 20 WNI di Myanmar. Foto Instagram @bebaskankami.
Bareskrim Polri usut kasus dugaan perdagangan 20 WNI di Myanmar. Foto Instagram @bebaskankami.

RIENEWS.COM – Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri sudah mendapatakan identitas perekrut 20 WNI yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar.

Direktur Tipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengungkapkan, penyelidikan terhadap kasus dugaan TPPO 20 WNI di Myanmar, terus dilakukan.

Bareskrim Polri juga sudah menerima laporan dari para keluarga korban dengan dengan nomor laporan STTL/158/V/2023/ BARESKRIM, dengan terlapor dua orang berinisial A dan P diduga sebagai perekrut.

“Sudah kita ketahui identitasnya (perekrut),” kata Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro pada Jumat, 5 Mei 2023.

Dijelaskannya, penyidik juga telah memintai keterangan dari keluarga korban.

Artikel lain

Bareskrim Polri Usut Kasus Perdagangan Orang 20 WNI di Myanmar

Alfadila Ramadhan Atlet Kun Bokator Peraih Medali Pertama SEA Games Kamboja

Menpora Targetkan Indonesia Peringkat Tiga SEA Games 2023 Kamboja

“Kami telah menerima laporan polisi dari salah satu keluarga dan langsung kami lakukan pemeriksaan,” ujar Djuhandani.

Berdasarkan penyelidikan sementara, para korban diduga dikirim ke Myanmar secara ilegal.

Dugaan kasus perdagangan 20 warga negara Indonesia (WNI) di Myanmar ditindaklanjuti Bareskrim Polri, yang sebelumnya diunggah akun Instagram @bebaskankami.

Artikel lain

Polda Sumut Ambil Alih Penyelidikan Tragedi Lift Bandara Kualanamu

Perintah Terbaru Presiden Dalam Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

Kata Wapres Jangan Terprovokasi Peristiwa Penembakan di Kantor MUI Pusat

Dalam salah satu unggahannya, mendesak pemerintah untuk lebih serius menangani kasus TKI korban jobscam, seperti yang dilakukan pemerintah Hongkong dan Malaysia yang segera membentuk satgas khusus untuk menyelamatkan warga negara mereka yang menjadi korban Jobscam di Laos, Kamboja dan Myanmar. (Rep-02)

Sumber: Humas Polri