Komplotan Penanam Ganja di Karo Ditembak

oleh -560 Kali Dibaca
Foto kiri: Kedua tersangka beserta tanaman ganja, diamankan di Polsek Tigapanah. Foto kanan: Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R. Hutajulu bersama Kapolsek Tigapanah AKP Ramli Simanjorang melalukan pencabutan tanaman ganja di kawasan perladangan Barung Keburen, Desa Singa, Kecamatan Tigapanah, Selasa 28 Januari 2020. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Kepolisian Sektor Tigapanah meringkus komplotan penanam ganja di kawasan Desa Singa, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dalam pengungkapan kasus tiga kebun ganja itu, seorang tersangka dilumpuhkan polisi dengan tembakan.

Pengungkapan kebun ganja di Kecamatan Tigapanah merupakan hasil penyelidikan Kepolisian bermula dari laporan masyarakat akan adanya kebun ganja di kawasan Desa Singa.

Kapolsek Tigapanah AKP Ramli Simanjorang menyatakan, pada Selasa 28 Januari 2020, sekitar pukul 08.00 WIB, pihaknya mendapatkan laporan dari warga akan adanya tanaman ganja di perladangan Barung Kuburen, Desa Singa.

Baca Berita:

Banjir dan Longsor di Tapteng, 7 Orang Meninggal Dunia

Bupati Karo Terima Buku Biografi Letjen Purn Amir Sembiring

Informasi ini ditindaklanjuti AKP Ramli Simanjorang dengan memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Tigapanah Ipda Fernando untuk melakukan penyelidikan di lapangan.

Di lapangan, Ipda Fernando beserta anak buahnya berhasil menemukan kebun ganja, sebagaimana yang dilaporkan warga ke Polsek Tigapanah. Selain menemukan kebun ganja, Ipda Fernando bersama anak buahnya berhasil membekuk dua orang tersangka pemilik kebun ganja, di tempat kejadian perkara. Mereka adalah Rusliwan Ginting alias Mburak (41 tahun), dan Rusdiamon Ginting (37 tahun), keduanya warga Desa Singa, Kecamatan Tigapanah.

“Saat dilakukan pengeledahan, dari tersangka Rusdiamon Ginting ditemukan satu paket ganja kering. Sedangkan tersangka Mburak mengaku menyimpan ganja kering di gubuk ladangnya,” ujar AKP Ramli Simanjorang.

Selanjutnya, kata AKP Ramli, tersangka Mburak dibawa untuk menunjukkan tempat penyimpanan ganja miliknya. Ketika diminta untuk menunjukkan barang bukti, Mburak malah melakukan perlawanan dan mencoba kabur. Tindakan tersangka Mburak dapat dilumpuhkan polisi dengan menembak bagian kaki tersangka.

“Saat itu juga Mburak nekat melawan petugas mencoba melarikan diri. Tetapi dapat digagalkan petugas dengan dilakukan tindakan tegas dan terukur,” tegas AKP Ramli.

Sementara itu, kata Ramli, dari keterangan tersangka Rusdiamon, diketahui masih ada kebun ganja lainnya, disebut milik AG yang kini menjadi buronan polisi.

Temuan kebun ganja ini langsung dilaporkan Kapolsek Tigapanah kepada Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R. Hutajulu, yang langsung turun ke lokasi kebun ganja, bersama Kasat Narkoba AKP Ras Maju Tarigan.

Setibanya di lokasi kebun ganja,  Kapolres Tanah Karo langsung memimpin penyitaan barang bukti tanaman ganja dengan tinggi mencapai 2 meter.

yang telah tumbuh

juga mengakui kalau ada tanaman ganja lainnya, yang ditanam Adi Ginting (DPO), sebanyak 4 batang ganja  dengan ketinggi 77 hingga 123 centimeter.

“Barang bukti yang disita dari lokasi pertama, sebanyak 9 bungkus besar ganja kering dengan berat 2.250 gram, 57 ganja paket kecil seberat 60 gram, dan 1 bungkus ganja seberat 640 gram. Sementara dari lokasi kedua didapati 14 tanaman ganja, dan lokasi ketiga didapat 4 batang ganja,” pungkas AKP Ramli. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *