Masuk Zona Wabah Demam Babi, Ini Reaksi Bupati Karo

oleh -785 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana. [ Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Kementerian Pertanian menetapkan 16 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara sebagai zona wabah babi (African Swine Fever /ASF). Ke-16 daerah yang ditetapkan zona ASF oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di antaranya Kabupaten Karo.

Penetapan zona ASF di Provinsi Sumatera Utara dilakukan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 820/KPTS/PK.320/M/12/2019 tanggal 12 Desember 2019. Terdapat 16 kabupaten dan kota yang dinyatakan zona wabah babi, yakni Kota Medan, Kota Pematang Siantar,  Kabupaten Dairi, Kabupaten Humbang Hasudutan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Karo, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Langkat, dan Kota Tebing Tinggi,.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengaku telah mengetahui Keputusan Menteri Pertanian tersebut. Selanjutnya, kata Terkelin, Pemkab Karo akan melakukan pengamatan, pengidentifikasian, pencegahan,  pengamanan penyakit hewan, dan pengobatan hewan.

Baca Berita:

Jelang Tahun Baru, Polres Tanah Karo Gelar Aksi Bersih Jalur Lalu Lintas

Terima Rp300 Ribu Perbulan, Guru Honorer Demo Kantor Bupati Karo

“Untuk itu, Bappeda dan Dinas Pertanian segera kita instruksikan berkoordinasi dengan Karantina Hewan Medan  guna melakukan pengawasan maksimum media pembawa penyakit demam babi Afrika (ASF),” kata Terkelin, Rabu 18 Desember 2019.

Dikatakannya, dengan adanya Keputusan Menteri Pertanian bahwa Kabupaten Karo masuk zona wabah demam babi, menambah penguatan dalam penanganan kematian ternak babi di Karo.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karo kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuang semberangan bangkai babi.

“Selama ini masih banyak ditemukan babi mati dibuang di sembarang tempat. Kesadaran masyarakat masih minim. Ini bertentangan dengan kearifan lokal kita, mari kita sadar, jika babi mati cukup lapor saja ke Posko yang telah tersedia,” kata Terkelin.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Herniwaty Perangin-angin menyatakan, dengan dimasukkan Kabupaten Karo dalam zona wabah demam babi, berharap Pemerintah Pusat dapat membantu Pemkab Karo dalam mengatasi penanganan wabah demam babi.

“Kita tahu anggaran dari APBD Karo kecil, dengan adanya dukungan APBN mudah- mudahan dapat diatasi,” katanya.

Dikatakannya, melalui Sistem informasi Kesehatan Hewan Nasional (Sikhanas) dari bulan Oktober hingga Desember 2019,  kematian ternak babi mati di Kabupaten Karo mencapai 1.843 ekor.

“Nah, tentu ini menjadi atensi Pemerintah Pusat, provinsi, daerah dan pemangku kepentingan lainnya, harus bersinergi dalam melakukan pengendalian dan pencegahan,” ujar Herniwaty. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *