Musibah Longsor di Desa Ngetos, Korban Meninggal Telah Ditemukan 18 Orang

oleh -68 Kali Dibaca
Upaya pencarian korban di lokasi longsor Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. [Foto BPBD Nganjuk | Rienews]

RIENEWS.COM – Jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan dalam musibah longsor di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi 18 orang.

Data terbaru yang disiarkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, Jumat 19 Februari 2021, menyatakan, Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan kembali menemukan 5 korban meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di Desa Ngetos.

“Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (18 Februari 2021), total korban yang ditemukan tim gabungan berjumlah 18 orang meninggal dan satu orang masih dalam pencarian,” kata Raditya.

Tim gabungan masih akan terus melakukan pencarian terhadap warga yang masih dinyatakan hilang.

Baca Juga:

Bupati dan Wabup Karo Kembali Disuntik Vaksin Covid-19

Korban Longsor Desa Ngetos Kembali Ditemukan

Di samping korban jiwa, tanah longsor ini juga berdampak pada kerugian material sebanyak 8 rumah rusak berat.

BPBD setempat mencatat sebanyak 54 KK atau 186 warga terdampak dan 139 KK warga Desa Ngetos masih mengungsi pascalongsor di halaman SD Negeri 3 Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor Nganjuk berlaku selama 14 hari, terhitung mulai tanggal  15 Februari 2021 sampai dengan  28 Februari 2021.

Penetapan status ini dikeluarkan melalui SK Bupati Nomor 188 Tahun 2021 tentang penetapan status tanggap darurat bencana banjir di beberapa kecamatan, di wilayah Kabupaten Nganjuk dan bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *