Satlantas Polres Tanah Karo Tindak Pengendara Mabuk Hingga di Bawah Umur

oleh -2.478 Kali Dibaca
Kasat Lantas Polres Tanah Karo, Iptu A. Ridwan Harahap saat memperiksa surat kelengkapan kendaraan dan pengemudi dalam Operasi Patuh Toba 2019.[Foto Rienews]

RIENEWS.COM –  Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2019 di wilayah  Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanah Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengamankan 47 kendaraan bermotor, mengeluarkan 1.090 Tilang dan menyita 1.043 surat kendaraan dan mengemudi.

Berbagai pelanggaran ditemukan personel Satlantas Polres Tanah Karo dari para pengendara. Di antaranya, menggunakan gawai saat berkendaraan, menjalankan kendaraan dalam kondisi mabuk hingga anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor.

Kasat Lantas Polres Tanah Karo, Iptu A. Ridwan Harahap menjelaskan sebanyak 1.090 Bukti Pelanggaran Lalu Lintas Jalan Tertentu atau Tilang diberikan kepada pengguna kendaraan roda dua hingga roda enam.

“Untuk (pengendara) roda dua sebanyak 911 (Tilang), roda empat 168, dan roda enam 11 Tilang yang dikeluarkan,” kata Iptu Ridwan, Kamis 12 September 2019.

Baca Berita:

Bentrokan di Lahan Pengembalaan, Polisi Amankan 12 Penggarap “Langkat”

Bentrok dengan Penggarap “Langkat”, Satu Warga Rambah Galonggong Tewas

Satlantas Polres Tanah Karo juga menyita, mengamankan 47 unit kendaraan bermotor, yang terdiri dari 28 unit sepeda motor serta 19 unit kendaraan roda empat.

Selama digelarnya Operasi Patuh Toba dari 29 Agustus hingga 11 September 2019, Satlantas Polres Tanah Karo turut menyita sebanyak 576 lembar STNK dan 467 SIM.

“Dalam gelar Operasi Patuh Toba tersebut, penguna (penggendara) yang kita tindak, seperti menggunakan HP saat mengendarai kendaraan. Mengemudikan kendaraan dalam keadaan mabuk. Mengendarai kendaraan di luar batas kecepatan. Pengemudi di bawah umur,” ujarnya.

Pengendara lainnya yang dikenakan sanksi tegas, sebut Iptu Ridwan, tidak menggunakan safety belt (sabuk pengaman), melawan arus lalu lintas, tidak menggunakan pelindung kepala (helm) sesuai Standar Nasional Indonesia.

“Juga menggunakan lampu rotator atau strobo,” pungkas Kasat Lantas Iptu Ridwan.  (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *