Warga Panik, Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Kabupaten Nias Utara

oleh -104 Kali Dibaca
Titik episenter gempa 5,1 magnitudo di Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara, terjadi Minggu 7 Juni 2020, pukul 06.50 WIB. [Foto Screenshot inatews.bmkg.go.id | Rienews]

RIENEWS.COM – Warga di Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara, panik saat gempabumi melanda wilayah tersebut, pada Minggu 7 Juni 2020, sekitar pukul 06.50 WIB. Dilaporkan, getaran gempa berkekuatan 5,1 magnitudo dirasakan warga hingga 5 detik.

“Mereka merasakan guncangan selama 5 detik hingga membuat panik. Warga segera keluar rumah ketika gempa terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias masih melakukan pemantauan di lapangan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati.

Sementara warga di Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Barat tidak merasakan guncangan gempa.

Baca Berita: 

Pemkab Karo Siap Laksanakan Pilkada Serentak 9 Desember 2020

Bupati Karo Perkenalkan Aplikasi SiCantik Pelayanan Perizinan

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan parameter gempa terjadi berada pada 38 km barat laut Nias Utara, Sumatera Utara. Gempa terjadi pada kedalaman 27 km.

“Gempa ini tidak berpotensi tsunami. BMKG memonitor intensitas gempa yang diukur dengan MMI (Modified Mercalli Intensity), pada Lahewa Nias Utara III MMI dan Gunungsitoli II MMI,” ujar Raditya.

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas subduksi.

BMKG merilis pada Minggu 7 Juni 2020, bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

“Gempa ini pusatnya tepat di bidang kontak antar lempeng di zona megathrust segmen Nias-Simeulue,” ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono melalui pesan digital.

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpicu oleh informasi palsu pascagempa. Informasi resmi dapat diperoleh pada laman BMKG maupun institusi pemerintah, seperti BPBD dan BNPB. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *