RIENEWS.COM – Memasuki hari kedua pasca bencana banjir lahar di Sumatera Barat pada Sabtu malam, 11 Mei 2024, jumlah korban yang ditemukan tewas bertambah.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menyatakan, korban meninggal dunia akibat bencana banjir lahar di Sumatera Barat hingga Senin, 13 Mei 2024, tercatat 50 orang.
Sementara data untuk korban yang hilang 27 orang, korban luka 37 orang, serta 3.396 penduduk mengungsi.
Suharyanto dalam keterangan resmi yang dirilis BNPB pada Selasa, 14 Mei 2024, menjelaskan, korban meninggal dunia di Kabupaten Agam 20 orang, Kabupaten Tanah Datar 19 orang, Kabupaten Padang Pariaman 8 orang, Kota Padang Panjang 2 orang, dan di Kota Padang 1 orang.
“Datanya akan berkembang terus. Untuk mencari korban yang masih hilang, kita akan tetap upayakan sampai ketemu apabila ada pihak keluarga atau ahli waris yang minta tetap dicarikan ya kita harus cari,” ujar Kepala BNPB Suharyanto.
Artikel lain
Menag Minta Layanan Jemaah Haji 2024 Disiapkan Secara Detail
Kloter I Jemaah Haji Indonesia Tiba Disambut Fasilitas Fast Track
Ini Daftar Pemenang Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode Kedua Tahun 2024
BNPB dalam penanggulangan dampak bencana banjir lahar Sumatera Barat, melaksanakan pencarian dan pertolongan korban terdampak, bersama pemerintah mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar para masyarakat terdampak bencana.
“Kita sepakat dan meyakinkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terdampak ini betul -betul harus dipenuhi dengan baik, korban luka-luka maupun yang sekarang mengungsi. Kita pastikan dan tadi kita sudah berikan bantuan awal baik yang bersifat dana, maupun barang kebutuhan sehari-hari dan ini akan dievaluasi terus menerus sesuai perkembangan,” ujar Suharyanto.
Hingga Senin sore kemarin, pengiriman bantuan logistik dan evakuasi warga masih dilakukan. Kendati masih adanya tempat dan jalur yang masih tertutup dan terisolir, Suharyanto mengatakan pengiriman bantuan dilakukan menggunakan jalur udara maupun darat dengan memakai jembatan darurat.
BNPB menyalurkan Dana Siap Pakai (DSP) kepada pemerintah daerah terdampak banjir lahar dengan jumlah Rp3,2 miliar.
Artikel lain
Tak Punya Visa dan Smartcard, Jemaah Haji Bisa Dideportasi
Ada 10 Hotel dan 440 Unit Mobil Listrik untuk WWF ke-10
Seleksi CASN 2024 Dimulai Juni, 71.643 Formasi Akan Ditempatkan di IKN
Bantuan logistik yang disalurkan BNPB berupa tenda pengungsian, tenda keluarga, sembako, makanan siap saji, hygiene kit, terpal, selimut, kasur, pompa alpon, jendet light, lampu solar panel, toilet portable, gergaji pohon, dan perlengkapan kebersihan. (Rep-02)






