Korban Tewas Bencana Sumatra 604 Orang, Penyaluran Logistik Belum Merata

Pembukaan akses jalan jalan KKA-Bener Meriah, Provinsi Aceh, dampak bencana Sumatra yang melanda Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat. Foto Dok PUPR Provinsi Aceh.
Pembukaan akses jalan jalan KKA-Bener Meriah, Provinsi Aceh, dampak bencana Sumatra yang melanda Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat. Foto Dok PUPR Provinsi Aceh.

RIENEWS.COM – Korban meninggal dunia dampak bencana Sumatra di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, kini bertambah menjadi 604 orang. Penyaluran bantuan logistik untuk para warga terdampak bencana belum merata.

“Ini seperti tsunami. Aceh Tamiang lumpuh, pengungsi kekurangan bahan makanan, air bersih ndak ada, RSU lumpuh,” kata Imran, warga Aceh Tamiang, pada Selasa siang, 2 Desember 2025.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, pada Senin, 1 Desember 2025, mendistribusikan logistik melalui jalur laut menuju Kota Lhokseumawe. Bantuan dikirim menggunakan Kapal Express Bahari dari Pelabuhan Krueng Geukeuh menuju Pelabuhan Kuala Langsa.

“Bantuan yang dikirim mencakup hygiene kit, matras, selimut, sembako, alat kebersihan, dan makanan siap saji. Distribusi udara juga dilakukan untuk wilayah sulit dijangkau seperti Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Lhokseumawe,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Abdul menyebutkan, BNPB mengaktifkan perangkat komunikasi darurat Starlink di Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Tamiang. Mobilisasi perangkat untuk wilayah lain masih berlangsung.

Data BNPB hingga Senin sore, korban meninggal dunia dampak bencana di Provinsi Aceh, kini bertambah menjadi 156 orang.

“Korban tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Peningkatan jumlah korban hilang dipicu laporan tambahan dari masyarakat,” kata Abdul.

Jumlah pengungsi mencapai 479.300 jiwa di berbagai kabupaten/kota, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 107.305 jiwa.

Abdul mengungkapkan, hampir seluruh jalur utama di Provinsi Aceh terputus total, termasuk perbatasan Sumatra–Aceh Tamiang, Gayo Lues–Aceh Tamiang, Bireuen–Takengon, serta Bener Meriah–Bireuen.

Jalur Banda Aceh–Lhokseumawe juga masih terputus, namun terdapat jalur alternatif melalui Jembatan Gantung Awe Geutah dengan akses terbatas. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR terus mempercepat perbaikan infrastruktur vital tersebut.

Sumatra Utara

Data korban meninggal dunia di Provinsi Sumatra Utara kini mencapai 283 orang. Provinsi ini menjadi urutan tertinggi korban meninggal dunia dampak bencana banjir bandang dan longsor yang menghantam tiga provinsi di Pulau Sumatra, dalam waktu hampir bersamaan.

Korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan, berasal dari wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Kota Padangsidimpuan, Deli Serdang, dan Nias.

“Sementara jumlah korban hilang tercatat sebanyak 173 jiwa,” kata Abdul dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 2 Desember 2025.

Para pengungsi tersebar di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Tapanuli Utara, BNPB mendata jumlah pengungsi 15.765 penduduk, Tapanuli Tengah pengungsi 2.111 warga, Kabupaten Tapanuli Selatan didata jumlah pengungsi bencana 1.505 jiwa.

Sementara di wilayah Kota Sibolga terdapat 4.456 pengungsi, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) jumlah pengungsi 2.200 jiwa, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), 7.194 jiwa.