Telin Gandeng IPification Luncurkan Telin Mobile Network Verification

RIENEWS.COM – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) menjalin kemitraan strategis dengan IPification untuk menghadirkan Telin Mobile Network Verification (MNV). Solusi digital identity berbasis jaringan ini memungkinkan proses autentikasi pengguna berlangsung secara aman, instan, dan tanpa OTP maupun aplikasi tambahan, dengan memanfaatkan kapabilitas jaringan seluler sebagai fondasi kepercayaan digital.

Peluncuran ini merupakan langkah strategis Telin dalam memperkuat portofolio Telco API sekaligus menjawab kebutuhan industri akan sistem autentikasi yang lebih aman dan efisien.

Setelah sukses diluncurkan secara komersial bersama Telkomsel di Indonesia, Telin MNV kini telah tersedia dan teruji pada lebih dari 40 jaringan seluler di berbagai negara.

Dengan mengombinasikan jangkauan global serta kemitraan operator yang dimiliki Telin dengan teknologi mobile identity dari IPification, solusi ini memungkinkan pelaku usaha melakukan autentikasi pengguna secara silent dan frictionless melalui satu kali persetujuan pengguna untuk memanfaatkan data jaringan.

SVP Messaging, Mobile Identity & Voice Telin, John Tolton menyampaikan bahwa inovasi ini dapat memperkaya kapabilitas autentikasi lintas jaringan.

“Kami antusias melengkapi portofolio Telco API Telin dengan dukungan standar TS.43, yang memungkinkan pelanggan Android yang terhubung ke Wi-Fi tetap dapat diautentikasi tanpa perlu mengaktifkan data seluler. Perkembangan ini penting bagi komunitas pengembang OTT dan operator seluler, karena memperkaya opsi autentikasi sambil mendukung pendapatan autentikasi SMS yang ada,” kata John Tolton  dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan di Medan, pada Kamis, 26 Februari 2026.

Di tengah pertumbuhan pesat layanan digital seperti keuangan, e-commerce, gaming, platform OTT, hingga layanan publik, metode autentikasi berbasis OTP SMS semakin menghadapi tantangan, mulai dari ancaman phishing, SIM swap, hingga bot attack. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan pendekatan baru yang lebih andal tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna.