RIENEWS.COM – Menghabiskan akhir pekan bersama keluarga di tempat wisata, jadi pilihan baik bagi Anda dan keluarga. Salah satu lokasi yang menarik untuk menghabiskan waktu akhir pekan bagi Anda yang berdomisili di Kota Medan dan sekitarnya, dapat datang ke Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Banyak pilihan lokasi wisata di Kecamatan Merek yang telah familiar bagi warga Sumatera Utara dan sekitarnya, yakni Tongging, Air Terjun Sipisopiso, dan juga Sitopsi.
Bagi etnis Tionghoa, dataran tinggi ini mereka sebut dengan Batak Soa.
Aphen, sengaja membawa keluarganya dari Kota Medan berlibur di Kecamatan Merek, dan memilih lokasi wisata Sitopsi.
KLIK: Polisi Sergap Mobil Dikendarai Dua Petani
Ditemui di lokasi wisata Sitopsi, Minggu 25 Maret 2018, Aphen mengungkapkan menikmati lokasi wisata alam itu bersama keluarga, lantaran panorama alamnya yang indah.
Sitopsi berada di bibir Danau Toba.
Di sana, Aphen menghabiskan waktu bersama keluarganya menikmati pemandangan Danau Toba, dan bukit-bukit bak pigura bagi danau terluas di dunia itu.
Aphen tak perlu khawatir mencari santapan makan siang di lokasi Sitopsi. Mereka dengan mudah mendapatkan santapan ikan bakar segar yang dijajakan di sana ala lesehan.
Ikannya mereka peroleh langsung dari peternak kerambah yang menyebar di perairan Danau Toba.
“Kami datang ke sini bersama rombongan keluarga, hanya untuk menikmati makan siang di Sitopsi Merek ini. Kami juga memilih pulang-pergi ke wilayah Batak Soa. Mengingat asal kami berada dari kota Medan,” kata Aphen.
Menurut dia, wilayah Sitopsi sini lebih asik untuk dijadikan tempat menghabiskan waktu bersama keluarga. Selain berada di pinggir Danau Toba, pengunjungnya juga belum terlalu ramai.
“Jika di Kota Berastagi sudah terlalu padat dan mulai gerah buat menikmati bersama keluarga,” ujar Aphen.
Dalam permbincangan itu, Aphen mengungkapkan keluhannya akan praktik retribusi.
“Kenapa ya, wilayah Batak Soa ini kerap dengan kutipan yang tidak jelas,” ujar Aphen.
Dia menuturkan pengalamnnya akan kutipan tersebut. “Semua serba biaya tiket masuk. Jika kita dikenakan biaya dengan fasilitas yang memuaskan tidak mengapa, ini jalan menuju ke mari juga sempit dan berlubang,” protes Aphen.
Bayangkan saja, kata Aphen, satu orang dikenakan biaya masuk Rp 4.000. Padahal, retribusi tersebut jelas buat pengunjung ke wisata Air Terjun Sipisopiso, bukan ke Sitopsi.
Meski kesal dengan kutipan yang menurutnya tidak jelas itu, Aphen tetap dapat menikmati liburan bersama keluarganya dan menyantap ikan bakar di atas perairan Danau Toba.
“Semua terbalas ketika kita sudah sampai di bibir Danau Toba, rasa kesal terbalas saat berada di sini,” aku Aphen.
Kehadiran para pengunjung di Sitopsi disambut oleh anak koin. Mereka adalah para bocah yang berenang di Danau Toba dan menunggu pengunjung melempaskan uang koin ke arah mereka.
“Kakak dan abang, lemparkan uang logamnya pasti bisa kami ambil,” teriak mereka. (Bay)






