RIENEWS.COM – Gedung Sekolah Dasar Negeri 235 di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, hancur dihantam banjir bandang. Bencana terjadi saat murid tengah mengikuti pelajaran di dalam kelas, pada Jumat sore, 12 Oktober 2018.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Sabtu 13 Oktober 2018, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 12 murid meninggal, dan 17 murid dan dua guru dengan kondisi selamat.
“Kejadian berlangsung mendadak. Sungai Aek Saladi tiba-tiba mengalir dengan debit besar dan membawa lumpur dan meluap sehingga menerjang sekolah” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Berita Sebelumnya: Korban Meninggal Banjir Bandang di Madina Bertambah 17 Orang
Korban meninggal tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang, saat jam pelajaran sedang berlangsung.
Memasuki hari pertama pasca banjir bandang di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu 13 Oktober 2018, tim SAR gabungan sudah menemukan 17 orang meninggal, dan berhasil membersihkan akses jalan yang sebelumnya terputus, tertimbun dampak banjir bandang.
Banjir bandang disertai longsor melanda 11 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal.
Dikatakan Sutopo, Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah memasuki musim transisi ke musim hujan. Hujan dengan intensitas deras berpotensi terjadi sehingga dapat berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor.
“Pemda dan masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan longsor,” kata Sutopo. (Rep-02)





