
RIENEWS.COM – Kepala Badan Geologi DR. Ir. Ego Syarial beserta Kepala Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi, Kasbani dan Gede Suantika beserta kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Armen Putra serta Bupati Karo, Terkelin Brahmana memantau langsung danau Gunung Sinabung Rabu 24 Mei 2017.
Danau Gunung Sinabung terbentuk akibat aliran air yang turun dari Gunung Sinabung, berada di dalam radius zona merah. “Kedatangan saya ke sini bertujuan langsung melihat ke lokasi, terakait adanya danau Gunung Sinabung yang terbentuk akibat aliran dari Gunung Sinabung. Guna bahan Ratas Kabinet di istana negara,” jelas Dr. Ir. Ego Syarial.
Dijelaskannya, selain itu dirinya memantau peralatan, sarana dan prasarana yang telah dipasang berupa sensor ultrasonik untuk mendeteksi adanya gemuruh dari dalam tubuh gunung. Sensor tersebut akan memberikan informasi melalui databse yang kemudian dihubungkan pada perangkat komputer, atau gadget lainnya tentang seberapa besar kekuatan gemuruh dalam tubuh gunung.
“Gunung Api yang akan meletus biasanya akan menimbulkan getaran sekaligus gemuruh. Hal itu terjadi karena desakan dari dalam perut gunung yang memaksa untuk keluar dari dalam kawah, sehingga timbul getaran, dan kemudian disertai dengan gemuruh,” ucapnya.[BAY]







![Penampakan letusan Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, Provinsi Lampung, pada Kamis 21 Juni 2018. [Foto BNPB | Rienews.com]](https://www.rienews.com/wp-content/uploads/2018/06/Letusan-Gunung-Anak-Krakatau.jpg)