Banjir di Pulau Sulawesi, Puluhan Ribu Warga Mengungsi

oleh -1.230 Kali Dibaca
Banjir yang melanda Pulau Sulawesi Senin 10 Juni 2019. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di beberapa wilayah di Pulau Sulawesi pada awal Juni 2019. Puluhan ribu warga terdampak karena banjir di wilayah tersebut hingga hari ini, Senin 10 Juni 2019.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, menyebutkan sejumlah kabupaten terdampak banjir yang terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

Banjir di beberapa provinsi tersebut menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi, kerusakan pada sektor pemukiman, pertanian, perikanan serta fasilitas umum.

Perkembangan situasi pada Minggu 9 Juni 2019, banjir di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, mengakibatkan 1.091 KK (kepala keluarga) atau 4.198 jiwa mengungsi.

Enam kecamatan terimbas banjir adalah Andowia, Asera, Oheo, Landawe, Langgikima, dan Wiwirano. Kecamatan Asera merupakan kecamatan dengan jumlah desa terdampak paling tinggi yaitu 13 desa. Banjir ini juga mengakibatkan  72 rumah hanyut dan ribuan lain terendam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara masih melakukan pendataan di lapangan. Kerusakan sektor pertanian mencakup lahan sawah 970,3 ha, lahan jagung 83,5 ha dan lainnya 11 ha, sedangkan sektor perikanan pada tambak seluas 420 ha.

Baca Berita:

Senggolan di Lapo Tuak, Ketua Karang Taruna Bunuraya Dianiaya

Gunung Sinabung Kembali “Tenteram”

Di samping itu, kerusakan fasilitas umum teridentfikasi berupa jembatan, jalan, rumah ibadah dan fasilitas kesehatan. BPBD setempat melaporkan jembatan penghubung Desa Laronanga ke Desa Puwonua hanyut, jembatan lain di Desa Padalerutama tidak dapat dilalui karena terendam banjir, jembatan putus yang menghubungkan Desa Tanggulari ke Desa Tapuwatu dan jembatan antar provinsi di Asera. Kerusakan bangunan lain berupa masjid 3 unit, puskesmas 2 unit dan pustu 2 unit.

Merespons kondisi di wilayahnya, Bupati Konawe Utara telah menetapkan status tanggap darurat terhitung 2 Juni 2019 hingga 16 Juni 2019.

Upaya penanganan darurat yang telah dilakukan antara lain pengoperasian pos komando penanganan darurat banjir yang berada di rumah jabatan bupati, evakuasi dan penyelamatan, penanganan warga terdampak, pendataan serta pengaktifan jaringan komunikasi untuk penanganan darurat.

Menurut BPBD, arus aliran air masih deras sehingga penggunaan sampan mesin tidak dapat menjangkau wilayah terisolir. Selain itu, minim peralatan untuk membantu evakuasi dan penyelamatan di lapangan.

BPBD Kabupaten Konawe melaporkan 1 orang meninggal, yaitu bayi berusia 4 hari, pada kejadian ini. Namun demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut penyebab kematian bayi tersebut.

Untuk mempercepat pengiriman bantuan logistik BNPB mengirimkan bantuan logistik menggggunakan pesawat cargo.

BNPB mengirim bantuan langsung ke Kendari, logistik seberat 1.086 kg senilai Rp 218 juta. BNPB juga mengaktivasi klaster logistik sehingga mengirimkan bantuan dari Kemensos da  PMI bantuan berupa family fit 200 kg, hygiene kit 200 kg, baby kit 200 kg, selimut 400 lembar jas hujan 100 lembar, rompi 100 unit dan matras 100 lembar.

Untuk distributsi ke titik pengungsi dilakukan dengan bantua helikopter BNPB.

Sedangkan banjir di Provinsi Sulawesi Selatan, menyebabkan 1.452 KK mengungsi, Kelurahan Tanru Tedong 1.002 KK dan Desa Salobukkang 450 KK mengungsi. Terdata 200 unit rumah terendam. Total lahan sawah rusak di 15 desa mencapai 3.676 ha. Kerusakan infrastruktur mencakup bangunan sekolah, tanggul, jalan dan jembatan.

Sementara di Provinsi Sulawesi Tengah, BPBD Kabuapten Morowali telah melakukan upaya penanganan darurat. Banjir menyebabkan 561 KK di Desa Lele (263 KK) dan Dampala (298 KK) mengungsi.

Pascabanjir, kerusakan materiil teridentifikasi sebagai berikut rumah rusak berat 7 unit, rumah terendam 45 unit, dan jembatan putus 1 unit.

Kepala BNPB, Doni Monardo menginstruksikan kepada  seluruh jajaran penanggulangan bencana turun langsung ke lokasi bencana meski suasana Lebaran.

“Meski dalam suasana Lebaran, kita langsung turun ke lapangan membantu masyarakat yang terkena bencana. Kita semua paham bangimana menderitanya mereka, di saat saudara kita bersuka cita merayakan Lebaran. Tapi ada sebagian yang menderita karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia, luka-luka, rumahnya hanyut, rusak berat dan lainnya. Kita dengan semangat gotong-royong dan kemanusiaan turun ke lapangan membantu mereka. Kita semua adalah pejuang kemanusisaan kemanusiaan yang sangat mulia. Kita selalu tunjukkan negara selalu hadir di tengh masyarakat. Saya juga telah memerintakan kepada semua jajaran BNPB dan BPBD untuk selalu turun ke lapangan menangani bencana,” kata Doni.

Intensitas hujan tinggi yang menyebakan banjir ini telah diprediksikan, karena fenomena aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang memasuki wilayah Samudera Hindia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan pada tanggal 1-5 Juni 2019 potensi hujan lebat di beberapa wilayah, antara lain di wilayah Sulawesi.

BMKG juga telah menginformasikan terkait potensi curah hujan tinggi hingga 5 hari ke depan, pada tanggal 11–15 Juni 2019.

Wilayah-wilayah dengan potensi hujan lebat pada periode tersebut antara lain Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Merespons bencana yang terjadi di beberapa wilayah tersebut, BNPB terus melakukan pemantauan dan pengiriman tim reaksi cepat ke lapangan.

“Bantuan dana siap pakai juga telah diberikan kepada pemerintah daerah. BNPB mengimbau BPBD untuk selalu siaga dalam menghadapi fenomena cuaca tersebut,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *