Batik, Musik, dan Candi Satu Panggung dengan David Foster dan Yovie

oleh -256 Kali Dibaca
Rajawali Indonesia dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko menggelar event Batik Music Festival (BMF) dengan mengundang musisi dunia David Foster dan maestro musisi Indonesia, Yovie Widianto, Sabtu malam, 5 Oktober 2019, di Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Gelaran musik bertaraf internasional yang mengusung tema batik untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. Batik Music Festival (BMF), demikian sebutannya menjadikan Candi Prambanan sebagai lokasi pentas perdana yang telah dihelat semalam, Sabtu, 5 Oktober 2019.

Tak tanggung-tanggung, festival yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko itu mengundang musisi kaliber dunia David Foster untuk tampil di panggung yang sama bersama maestro musisi Indonesia, Yovie Widianto.

Keduanya tampil dengan format bersama teman-temannya. David Foster & Friends dan Yovie and His Friends.

“Festival ini digelar khusus untuk memperingati Hari Batik Nasional,” kata CEO Rajawali Indonesia sekaligus Founder Batik Music Festival, Anas Syahrul Alimi dalam siaran pers yang diterima Rienews, semalam.

Yang menarik dalam perhelatan perdana memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh tiga hari sebelumnya, yaitu 2 Oktober 2019 itu, baik musisi maupun penontonnya kompak mengenakan batik. Tak terkecuali musisi asal Kanada, David Foster yang tampil dengan jas warna gelap pun mengenakan slayer cokelat bermotif batik yang dikalungkan di lehernya.

Baca Berita:

Uis Jongkit Bupati Karo Terjual Rp10 Juta

7 Pendaki Singapura Terjebak Karhutla di Gunung Raung Berhasil Dievakuasi

“Bahkan 90 persen penonton yang kami lihat pakai batik semua,” kata Anas.

Jumlah penonton pun membeludak dari jumlah yang ditargetkan, yaitu 6.000 orang. Sementara tiket yang terjual mencapai 9.100 lembar.

“Untungnya kami menyiapkan tiket lebih,” imbuh panitia Sarah Rayhana.

Mengomentari festival semalam, ada pernyataan menarik yang disampaikan David Foster.

“Konsep penggabungan tiga mahakarya, yaitu batik, musik, dan Candi Prambanan merupakan peristiwa yang luar biasa,” kata David Foster yang tiba di Yogyakarta sejak 4 Oktober 2019.

Konsep penggabungan tiga mahakarya dalam satu waktu dalam festival tersebut seolah terwujud.

Batik, musik dan candi seperti menjadi satu kesatuan utuh dan menciptakan memori yang sulit dilupakan. Menurut dia, peristiwa yang menakjubkannya itu tak lepas dari kecintaan besar masyarakat Indonesia terhadap musik.


Musisi dunia, David Foster mengenakan slayer bermotif batik saat tampil. [Foto Ist | Rienews]
“Konsep ini yang menjadi alasan terbesar saya untuk bisa kembali menggelar konser di Indonesia,” kata David. Berdasarkan penulusuran Rienews, David Foster pertama kali tampil di panggung Yogyakarta dua tahun lalu di Ballroom Grand Pacific, Sleman pada 6 April 2017.

Rupanya ketakjuban akan nuansa batik juga dilontarkan musisi kawakan Indonesia, Yovie Widianto.

“Setelah 30 tahun lebih bermain musik, baru kali ini melihat banyak sekali penonton mengenakan batik,” kata Yovie.

Tak sekedar membuat Yovie haru dan bangga. Momen malam itu juga membuatnya gugup. Saking gugupnya, Yovie keseleo lidah menyebut candi Prambanan menjadi Candi Borobudur.

“Sempat salah sebut, karena saya gugup. Ini luar bisa sekali,” aku Yovie.

Dia pun berpesan, momentum bermusik sembari melestarikan batik perlu terus digelar sebagai ujud cinta budaya Indonesia.

Penampilan kedua maestro musisi, David Foster dan Yovie Widianto pun tak seorang diri. Di atas panggung masing-masing selama satu jam lebih, mereka membawa sejumlah musisi internasional dan nasional sebagai ‘pasukan’. Mereka tampil memukau dan membius penonton untuk bernyanyi bersama.

David Foster & Friends menggandeng  Kenny “Babyface” Edmonds, Katharine McPhee, Pia Toscano, Yuna dan Nick Zavior. Setidaknya ada 18 buah lagu ciptaannya yang dibawakan di panggung Spesial Show. Sebut saja lagu-lagu yang sudah populer mengalun di gendang telinga, seperti “I Swear”, “All By My Self”, “To Love You More”, “When Can I See You”, “Change The World”, “That’s Life”, dan “Power of Love”. David pun menyempatkan berduet dengan sang istri, Katharine McPhee dengan menyanyikan tembang romansa “Love You Anymore”, “Over The Rainbow”, dan “That’s Life”. Sementara lagu “Power of Love” yang dinyanyikan bersama Pia Toscano mendapat sambutan luar biasa dari penonton yang menyanyikan bersama hingga nyaris usai.

Yovie and His Friends mengajak sejumlah musisi yang digandrungi generasi milineal hingga seusia ibu bapaknya. Seperti Kahitna, BCL (Bunga Citra Lestari), Raisa, Rio Febrian, Marcell, 5 Romeo dan Arsy Widianto. Ada 16 lagu buah karya Yovie yang dibawakan para musisi dengan meriah. Antara lain “Ada Cinta”, “Peri Cintaku”, “Katakan Saja”, “Suratku”, “Cerita Cinta”, “Soulmate”, “Kasih Putih”, “Takkan Terganti”. Juga “Adu Rayu” yang dinyanyikan duet Raisa dan BCL.

Namun penampilan kedua maestro di panggung bergantian. David Foster and Friends tampil di special show yang dimulai pukul 21.00. Harga tiketnya pun mulai tiket silver atau berdiri di depan panggung seharga Rp 1,25 juta hingga kelas super VVIP yang mencapai Rp 5 juta per tiket. Sedangkan Yovie and His Friends tampil lebih awal di panggung festival show yang dimulai sejak pukul 19.00 dengan harga tiket Rp 300 ribu.

“Mereka tak sempat kolaborasi,” kata Sarah. (Rep-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *