Begini BNPB Tangani Dampak Gempa Tsunami di Palu dan Donggala

oleh -1.012 Kali Dibaca
Ilustrasi [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Gempa Tsunami menghantam Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, setelah diguncang gempa berkekuatan 7,7 skala richter (SR) yang dimuktahirkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berkekuatan 7,4 SR, pada Jumat 28 September 2018.

BMKG mengaktifkan peringatan dini tsunami dengan status Siaga (tinggi potensi tsunami 0,5 hingga 3 meter) di pantai Donggala bagian barat, dan status Waspada (tinggi potensi tsunami kurang dari 0,5 meter) di pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara, dan Kota Palu bagian barat.

Peringatan dini tsunami diakhiri BMKG pada pukul 17.36 WIB. Keteragan BMKG,  tsunami  terjadi menerjang pantai.

Berita Sebelumnya: Gempa 7,7 SR Donggala, Peringatan Dini Tsunami Diaktifkan    

Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkonfirmasi ke BPBD, bahwa tsunami telah menerjang pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala.

Sejumlah video tsunami yang direkam masyarakat dan disebarkan di media sosial mengenai tsunami di Kota Palu dan Donggala, ditegaskan ole BNPB adalah benar.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Jumat malam, dalam pernyataan persnya yang diterima redaksi.

Dikatakan Sutopo, gempa tsunami menimbulkan korban jiwa. Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh.

Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan.

Evakuasi

Petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban. Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan.

“Penanganan darurat terus dilakukan,” kata Sutopo.

Kondisi listrik padam menyebabkan jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus.

“Terdapat 276 base station yang tidak dapat digunakan. Operator komunikasi terus berusaha memulihkan pasokan listrik secara darurat. Kemenkominfo telah melakukan langkah-langkah penanganan untuk memulihkan komunikasi yang putus tersebut,” jelas Sutopo.

Kepala BNPB bersama pejabat BNPB berangkat ke Palu, pada Jumat malam, melalui Makassar kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota Palu dan Donggala menggunakan helikopter.

Dampak gempa tsunami menyebabkan otoritas Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu menutup bandara  sejak Jumat 28 September 2018 pukul 19.26 WITA hingga Sabtu 29 September 2018 pukul 19.20 WITA.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat BNPB juga telah bergerak menuju Donggala melalui Balikpapan. Dari Balikpapan, Tim Reaksi Cepat BNPB terbang ke Donggala menggunakan helikopter water bombing yang ada di Balikpapan.

“Tim ini membawa peralatan komunikasi satelit dan peralatan lainnya,” kata Sutopo.

TNI akan mengerahkan pasukan untuk membantu penanganan dampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Doggala.

“TNI menggerakan 7 SSK dari Yonkes, Yonzipur, Yonif, dan Yonzikon menggunakan 2 pesawat Hercules C-130. Basarnas akan menggerakan 30 personil beserta peralatan menggunakan pesawat Hercules. Polri juga akan menggerakkan personil dan peralatan untuk memberikan dukungan penanganan darurat,” imbuh Sutopo.

Komunikasi yang lumpuh saat ini menyebabkan kesulitan untuk koordinasi dan pelaporan dengan daerah. Kondisi listrik padam juga menyebabkan gelap gulita di Palu dan Donggala. Gempa susulan masih terus berlangsung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *