Begini Prediksi BPPTKG Bila Merapi Erupsi

oleh -163 Kali Dibaca
Kondisi puncak Gunung Merapi, Minggu pagi, 8 November 2020, terpantau dari CCTV pos pengamatan Pasarbubar merapi.bgl.esdm.go.i. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM –  Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memprediksi, aliran erupsi dari aktivitas Gunung Merapi mengarah ke Sungai Gendol.

“Kondisi Gunung Merapi terkini, sejauh pantauan kami, prediksi erupsi masih mengarah ke Sungai Gendol,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida usai melakukan pantauan Gunung Merapi dari udara dengan menggunakan helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bersama Kepala BPBD DI Yogyakarta Biwara Yuswantana, Kamis 26 November 2020.

Dari pemantauan udara itu, Hanik mengungkapkan, bahwa alur-alur sungai terpantau cukup dalam, sehingga apabila kemudian terdapat guguran material vulkanik dan awan panas, maka masih dapat mengarah ke area tersebut.

“Alur-alur sungai juga masih dalam, sehingga kalau pun sudah ada awan panas lari ke area tadi, itu masih mencukupi,” kata Hanik dalam siaran pers yang dikirim Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, Jumat 27 November 2020.

Baca Kumpulan Berita Gunung Merapi Di Sini

Mengenai aktivitas Gunung Merapi, Hanik menyatakan pihaknya masih menunggu perkembangan dalam artian volume kubah lava, termasuk penghitungan kecepatan penambahan kubah lava yang juga menentukan kemungkinan alurnya.

“Kita masih tunggu perkembangan selanjutnya dalam artian volume kubah lavanya. Termasuk kecepatan pertambahan kubah lava itu berapa juga yang menentukan alurnya akan ke mana,” jelas Hanik.

Dalam hal ini, BPPTKG terus melakukan pemantauan setelah status Gunung Merapi dinaikkan menjadi Level III atau Siaga sejak Kamis 5 November 2020.

Baca Berita:

Finalisasi RT-RPJMD, Bupati Karo Tekankan 5 Hal Ini

Ini Tiga Lokasi Sementara Bagi Pedagang Pasar Berastagi

Guna mengantisipasi dan mengurangi risiko bencana yang dapat ditimbulkan dari aktivitas Gunung Merapi, BPPTKG memberikan rekomendasi bahwa kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, agar dihentikan.

BPPTKG juga mengimbau kepada para pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

Adapun prakiraan daerah bahaya yang berpotensi terdampak erupsi Gunung Merapi adalah Dusun Kalitengah Lor di Desa Glagaharjo, Dusun Kaliadem di Desa Kepuharjo dan Dusun Palemsari di Desa Umbulharjo yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Kemudian Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar di Desa Ngargomulyo, Dusun Trayem, Pugeran, Trono di Desa Krinjing, Babadan 1, Babadan 2 di Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Berikutnya Dusun Stabelan, Takeran, Belang di Desa Tlogolele, Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur di Desa Klakah dan Dusun Jarak, Sepi di Desa Jrakah, Kecamatan Selo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Selanjutnya Dusun Pajekan, Canguk, Sumur di Desa Tegal Mulyo, Dusun Petung, Kembangan, Deles di Desa Sidorejo dan Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Red | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *