Bupati Karo Tegaskan Musrenbang Tahun 2019 Berbeda

oleh -1.648 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana berbicara di forum Musrenbang Kecamatan, Selasa 12 Februari 2019, di Kantor Camat Dolat Rayat. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana menegaskan pelaksanaan Musyarawah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Karo Tahun 2020 berbeda dari Musrenbang tahun sebelum. Orang nomor satu di Pemkab Karo tersebut memastikan bila ada pekerjaan yang dilaksanakan tapi tidak ada dalam Musrenbang, akan berurusan dengan hukum.

Menurut Terkelin, Musrenbang Kecamatan adalah forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan, stakeholder di tingkat kecamatan untuk mendapatkan masukan mengenai kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan, yang didasarkan pada masukan hasil Musrenbang Kelurahan, serta menyepakati rencana kegiatan lintas kelurahan di kecamatan, tahun 2020.

“Jadikan Musrenbang ini, masukan sebanyak-banyaknya. Dan perlu diingat, Musrenbang tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kenapa saya katakan demikian. Sebab apabila tahun lalu semua hasil Musrenbang tidak terkoneksi ke aparat penegak hukum, tahun ini tanpa kita sadari semua terkoneksi ke aparat hukum,” kata Terkelin.

Baca Berita: BNN Karo Bekuk Rahmansah Dengan Barang Bukti 9 Gram Shabu  

“Contoh, apabila pelaksanaan pekerjaan yang tidak ada ditampung di dalam Musrenbang namun dikerjakan oleh OPD terkait. Saya pastikan akan berurusan dengan pihak aparat penegak hukum,” tegas Bupati Karo dalam Musrenbang RKPD Kecamatan Dolat Rayat-Barus Jahe yang dilangsungkan di Kantor Camat Dolat Rayat, Selasa 12 Februari 2019.

Baca Juga: Bupati Karo Perintahkan Bikin Parit di Jalan Desa Tongkoh-Barus Julu  

Hadir dalam Musrenbang tersebut anggota DPRD Karo Thomas Joverson Ginting, Abdi Depari,   Firman Firdaus Sitepu, Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kepala PUPR Paten Purba, Kepala Dinas Pertanian Sarjana Purba,  Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Hartawati Br Tarigan, Kabid DPMD Ledianita, Camat Dolat Rayat Leo Girsang, Camat Barus Jahe Kalsium Sitepu, tokoh masyarakat, tokoh adat, Muspika Dolat Rayat dan Muspika Barus Jahe, serta para kepala desa se-Kecamatan Dolat Rayat dan  Barus Jahe.

Bupati mengimbau agar dalam Musrenbang jangan pernah bosan menyampaikan  aspirasi.

“Kadang ada juga sudah lima kali aspirasi disampaikan dalam Musrenbang baru disetujui, dan dilaksanakan. Justru itu maka sangat perlu rajin dan gigih ikut langsung  mengawal  apa yang diusulkan pada saat Musrembang ini. Kalau tidak diikuti, sampai komputer beranakpun tidak akan berhasil mencapai tujuan yang diharapkan itu,” imbuh Terkelin.

Anggota DPRD Karo,  Abdi Depari mengharapkan kepada masyarakat Kecamatan Dolat Rayat dan Kecamatan Barus Jahe, supaya menyampaikan usulan kepentingan wilayah desa masing-masing.

“Saya akan kawal dan ikuti terus apa yang telah diusulkan nantinya. Agar dapat menjadi prioritas pelaksanaannya. Hari inilah kesempatan masukan dituangkan, dapat menjadi dasar penyusunan rencana pembangunan kecamatan yang akan diajukan kepada SKPD yang berwewenang, sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah pada tahun berikutnya,” imbuh Depari.

Sejawat Abdi Depari, Thomas Joverson Ginting mendorong Pemda Karo terkait usulan masyarakat Kecamatan Dolat Rayat dan Kecamatan Barusjahe, agar diperhatikan.

“Dan saya akan selalu memonitor usulan tersebut hingga di tahun 2020 nanti usulan masyarakat diprioritaskan dapat berhasil,” tegasnya.

Sedangkan Firman Firdaus Sitepu menyebutkan  pembangunan wilayah desa masing-masing agar memprioritaskan apa yang dibutuhkan masyarakat.

“Sesegera mungkin. Supaya dalam Musrenbang ini ditampung dan dicatat,” imbuh Firman, anggota DPRD Karo. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *