Bupati Terkelin Bersyukur Karo Daerah Pengembangan Sapi

oleh -1.359 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana (2 Kanan) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman (3 kanan), mengacungkan jempol usai penandatangan MoU dengan BRI di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis 13 Desember 2017.

 

Bupati Karo Terkelin Brahmana (2 Kanan) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman (3 kanan), mengacungkan jempol usai penandatangan MoU dengan BRI di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis 13 Desember 2017.

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana mengungkapkan rasa syukur karena Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, dipilih Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai pemerintah daerah melaksanakan Program Pengembangan 1 Juta Sapi.

“Menyambut baik dan bersyukur, Kabupaten Karo terpilih oleh Kementerian Pertanian salah satu daerah pengembangan sapi yang telah diprogramkan pemerintah. Provinsi Sumatera Utara  yang terpilih dalam program pengembangan sapi, hanya  dua kabupaten.  Pertama Kabupaten Karo dan kedua Kabupaten Taput (Tapanuli Utara),” ujar Terkelin Brahmana, seusai menekan MoU dengan BRI di Gedung Kemeterian Pertanian, Jakarta, Kamis 14 Desember 2017.

Dikatakan Terkelin, persoalan mendasar yang dihadapi peternak adalah keterbatasan akses permodalan.

BACA: Bupati Karo-BRI Teken MoU Program Pengembangan Sapi

“Terbatasnya kepemilikan agunan dan kehati-hatian perbankan dalam penyaluran Skim Kredit ke sub sektor peternakan. Usaha pembibitan dianggap kurang menguntungkan, memerlukan modal besar, perputarannya lama, dan berisiko,” ungkap Terkelin.

Ditegaskannya, pemerintah berupaya mendorong pengembangan usaha pembibitan ternak sapi dengan menciptakan tatanan iklim usaha dengan mendorong pelaku usaha untuk bergerak di bidang pembibitan.

Dengan menyediakan bantuan pembiayaan untuk usaha pembibitan melalui penyediaan Skim Kredit dengan suku bunga bersubsidi yaitu Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS).

“Dasar ini, Pemda Karo melakukan penandatangan MoU dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI),” ujar Terkelin.

Dalam mengembangkan usaha pembibitan sapi, tentunya memerlukan dukungan investor. Bupati mengibaratkan investor adalah tamu.

“Seperti bertamu ke rumah orang, jika penghuni rumahnya berkelahi, maka tamu akan segan untuk datang ke rumah itu. Begitu juga dengan para investor ini, mereka adalah tamu yang akan berinvestasi. Makanya harus kita terima dengan baik (investor), karena dengan adanya investor tentu akan membangun perekonomian masyarakat ke depannya,” tegas Terkelin  Brahmana. (BAY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *