Cegah Stunting UMY Launching Program “Desa Pelita”

oleh -1.094 Kali Dibaca
Mahasiswa Magister Ilmu Keperawatan (MKep) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meluncurkan program Desa Peduli Ibu dan Balita (Desa Pelita) di Kelurahan Cokrodininggratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. [Foto UMY | Rienews]

RIENEWS.COM – Mahasiswa Magister Ilmu Keperawatan (MKep) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meluncurkan program Desa Peduli Ibu dan Balita (Desa Pelita) sebagai langkah pencegahan stunting. Indonesia saat ini menjadi peringkat kelima kejadian stunting pada balita di dunia. Stunting bercirikan tinggi yang tidak sesuai dengan usia anak, merupakan gangguan kronis masalah gizi.

Anak stunting dapat terjadi dalam 1.000 hari pertama kelahiran dan dipengaruhi banyak faktor, di antaranya sosial ekonomi, asupan makanan, infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, kekurangan mikronutrien, dan lingkungan.

Sebagai langkah konkrit pencegahan gizi buruk pada anak, mahasiswa pascasarjana Keperawatan Program Peminatan Keperawatan Komunitas, UMY, meluncurkan program “Desa Pelita” dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang digelar di Kelurahan Cokrodininggratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kelurahan Cokrodiningratan merupakan satu kelurahan yang ada di jantung Kota Yogyakarta. Walaupun demikian, masih terdapat anak yang menderita stunting. Oleh karena itu sebagai upaya untuk melakukan pencegahan, kami mengabdi di sini dengan menjalankan misi pencegahan melalui program Desa Pelita,” kata Ketua Program Pengabdian Masyarakat DR. Titih Huriah, MKep., Senin 25 Maret 2019, dalam siaran pers UMY yang diterima Redaksi.

Baca Berita: Hari Ini Kota Bitung dan Poso Diguncang Lindu Hingga 6,1 SR

Titih menjelaskan, Desa Peduli Ibu dan Balita (Desa Pelita) merupakan Program Pengabdian Masyarakat Tahun Anggaran 2019 yang beranggotakan, Falasifah Ani Yuniarti, S.Kep, Ns, MAN., dan Nur Azizah Indriastuti, SKep, Ns, MKep.

“Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa program studi Magister Keperawatan Program Peminatan Keperawatan Komunitas. Implementasi kegiatan ini adalah dengan melaksanakan kelas ibu. Materi yang diberikan di antaranya tentang gizi ibu hamil, ASI dan MP ASI, gizi balita, serta imunisasi. Kegiatan ini berlangsung dari Maret hingga Juli 2019,” jelas Titih.

Baca Berita: Wabup Karo Hadiri Apel Pasukan Operasi Mantap Brata 2019

Disebutkannya, sasaran program Desa Pelita ibu kader Posyandu, balita dan lansia. Titih mengajak kader Posyandu serta ibu-ibu hamil, atau yang memiliki anak balita untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

“Saya harap Desa Pelita dapat membantu masyarakat mencegah terjadinya stunting di Kelurahan Cokrodiningratan,” imbuh Titih.

Ketua Panitia Launching Desa Pelita, Rizaluddin Akbar mengemukakan, acara launching dikemas dengan melibatkan seluruh warga Kelurahan Cokrodiningratan terutama RW 09 seperti anak-anak PAUD dan PKK dengan membagikan beberapa doorprize, agar warga antusias.

“Pada kesempatan ini kami menyerahkan sebuah timbangan dengan pengukur berat badannya dari MKep UMY kepada Posyandu Balita dan lansia,” ungkap Rizaluddin.

Lurah Cokrodiningratan Narotama menyatakan mendukung program Desa Pelita.

“Saya berterimakasih dan mendukung program Desa Pelita. Di kelurahan kami memang masih ada beberapa anak yang menderita stunting, memang memalukan namun kita terus melakukan usaha untuk mengurangi hal tersebut. Salah satunya bekerja sama dengan MKep UMY. Kami harap stunting akan ditangani dengan sangat baik,” ujar Narotama. (Rep-02 | Rel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *