Desa Wisata Siparna Gajah Bobok Karo Mendunia

oleh -584 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama para peserta SIV Course 2020. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Destinasi wisata di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, hingga kini masih diakui memiliki daya tarik untuk dikunjungi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.

Menteri Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menaruh perhatian atas objek wisata Kabupaten Karo.

“Saya dengar Kabupaten Karo banyak objek unggulan yang dapat dijadikan daya pikat pariwisata. Jika ada waktu dan kesempatan akan saya kunjungi,” tutur Menteri Wishnutama saat berbincang dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, usai mengikuti rapat di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020.

Simak Berita: Menteri Wishnutama: Saya Dengar Karo Banyak Objek Unggulan, Akan Saya Kunjungi

Wishnutama meminta Pemerintah Kabupaten Karo untuk memfokuskan mengelola salah satu desa wisata dari 40 desa wisata yang ada.

Salah satunya desa wisata yang menarik adalah Desa Wisata Siparna Gajah Bobok di Kecamatan Merek.

Dari desa wisata ini, wisatawan dapat menikmati keindahan alam dan view Danau Toba. Slain itu, desa wisata potensi untuk diselenggarakan olahraga menantang adrenalin, seperti paralayang. Keberadaan Puncak Siparna Gajah Bobok mendukung dilaksanakannya paralayang.

Baca Berita: 

Anggaran Pembangunan Jalan Baru Medan-Berastagi Diusulkan Masuk APBN

Pasca Rusuh, 167 Narapidana Kembali ke Rutan Kabanjahe

Baru-baru ini, di Puncak Siparna Gajah Bobok digelar event  Paralayang sejak tanggal 20 hingga 23 Februari 2020, dengan tajuk: SIV (Simulate Incident de Vol/simulasi insiden dalam paralayang) Course 2020.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengapresiasi penyelenggara SIV Course 2020, yang diikuti peserta dari   Jakarta, Bogor, Padang, Bogor, Bali, Turki dan Spanyol.

“Patut kita bangga dan optimis.  Keikutsertaan mereka para penerjun lokal dan mancanegara tersebut merupakan modal pariwisata Kabupaten Karo. Mempromosikan lebih tajam lagi bahwa objek desa wisata yang dimiliki Kabupaten Karo sudah dikenal di tingkat internasional. Hal ini tidak terbantahkan dengan adanya dua negara ikut dalam event SIV Course,” ungkap Terkelin, Minggu 23 Februari 2020. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *