Diguncang Gempa 7 SR Lagi, Lombok Gelap Gulita

oleh -2.501 Kali Dibaca
Bangunan rumah warga roboh akibat dampak gempa 7 SR yang mengguncang Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu 5 Agustus 2018. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COMGempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) kembali mengguncang Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu malam, 19 Agustus 2018, 2018 pukul 21.56 WIB.

Skala kekuatan gempa yang mengguncang Lombok, Minggu malam, sama kekuatan yang mengguncang Lombok pada Minggu 5 Agustus 2018, lalu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempabumi berkekuatan 7 SR dengan pusat gempa di laut, 30 km timur laut Lombok Timur NTB pada kedalaman 10 km terjadi pada Minggu 19 Agustus 2018 pukul 21.56 WIB.

BMKG menegaskan gempa tidak berpotensi Tsunami.

Sebelumnya, Provinsi NTB lebih dulu dilanda lindu berkekuatan 6,5 SR. Tak lama, gempa kembali mengguncang Lombok dengan kekuatan 7 SR.

Berita Terkait: Lindu Guncang Lombok Belum Berakhir

Berita Populer: Ini 4 Tersangka Korupsi Tugu Menjuah Juah Berastagi Rp650 Juta

Berdasarkan laporan di situs milik  BMKG gempa susulan terus terjadi dengan kekuatan di atas 5 Magnitude. Gempa terakhir, berdasarkan pantauan rienews.com di situs BMKG, terjadi Minggu malam pada pukul 23.37 WIB, dengan kekuatan 5,5 SR.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, pasca gempa 7SR kondisi di Lombok gelap gulita.

“PLN padam di seluruh Lombok. Kondisi gelap gulita sehingga menyulitkan untuk memperoleh informasi dampak gempa. Posko BNPB telah mengkonfirmasi BPBD untuk mengetahui dampak gempa,” kata Sutopo, Minggu malam.

Guncangan gempa dirasakan keras Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Lombok Barat dan Kota Mataram, selama 5-10 detik.

Gempa dirasakan sedang di Bali, seperti di Jembrana, Kota Denpasar, Karangasem, Badung, Gianyar, Bangli, Kulungkung dan Buleleng selama 5-10 detik.

Gempa juga dirasakan ringan di Jawa Timur bagian timur dan Makassar.

“Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah di Lombok. Sebagian masyarakat histeris karena merasakan guncangan gempa yang lebih keras dibandingkan sebelumnya. Mereka mendengar suara gemuruh yang kemungkinan berasal dari longsoran di perbukitan dan Gunung Rinjani. Belum dapat dipastikan dampak gempa karena listrik padam dan komunikasi mati di Lombok Timur,” tegas Sutopo.

Gempa dirasakan keras di Lombok Timur, yang paling berdekatan dengan pusat gempa. Gempa dirasakan VI MMI, di Lombok Timur.

“Berdasarkan laporan dari aparat di Lombok Timur, belum dapat dipastikan berapa korban jiwa dan kerusakan. Situasi listrik padam. Gempa susulan masih terasa. Warga mengamankan diri dan mengungsi di lapangan yang ada dan menjauhi bangunan-bangunan,”ujar Sutopo.

Di Kecamatan Sembalun Lombok Timur, evakuasi warga yang sedang dirawat di Pustu Sembalun menuju Rumah sakit Lapangan Yonkes di Lapangan Sembalun.

Masyarakat juga diarahkan mengungsi di lapangan Sembalun. Beberapa rumah dan bangunan roboh.

Banyak bangunan roboh di Kecamatan Sambelia. Masyarakat berkumpul di lapangan dan di tempat yang aman. Masyarakat merasakan trauma dengan gempa.

Kepala BNPB Willem Rampangilei telah berkoodinasi dengan Panglima TNI terkait pengiriman bantuan logistik dan peralatan menyusul gempa susulan 7 SR.

Pesawat-pesawat Hercules TNI di Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta  dan Lanud Abdurahman Saleh di Malang disiakan untuk mengangkut bantuan. Demikian juga kapal KRI jika diperlukan. Menteri BUMN akan lebih meningkatkan operasi pasar beras dan kebutuhan-kebutuhan dasar di Lombok.

“Informasi dampak gempa akan disampaikan selanjutnya,” pungkas Sutopo dalam siaran persnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *