Direktur PT Moeis Minta Jokowi Berantas Mafia Tanah di Sumut

oleh -969 Kali Dibaca
Plang nama perusahaan PT Moeis. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COMDirektur PT. Moeis yang juga ahli waris, Zulkarnain Moeis Nasution meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberantas mafia tanah dan peradilan di Sumatera Utara (Sumut).

“Presiden dan KPK harus turun tangan membersihkan para mafia tanah dan peradilan yang  masih merajalela di Sumatera Utara ini. Para mafia itu telah menyengsarakan  rakyat Sumut. Kami para ahli waris PT. Moeis adalah satu dari sekian banyak  warga yang jadi korban. Aset-aset yang seharusnya menjadi hak kami mereka gelapkan dan kuasai selama bertahun-tahun,” tegas Zulkarnain, di Medan, Selasa 3 Juli 2018.

Hal itu diungkapkan Zulkarnain lantaran adanya praktik mafia tanah dan peradilan, menghalangi PT. Moeis untuk menguasai lahan perkebunan sawit seluas 1.073 hektar di Sipare-pare, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Asahan, sesuai dengan putusan peradilan.

Baca Berita: Tenggelamannya KM Lestari Maju di Perairan Selayar Versi DJPL

Zulkarnain menegaskan, sesuai dengan keputusan eksekusi Pengadilan Negeri Medan No 124/Pdt.G/2009/PM.Mdn tanggal 9 Oktober 2009, putusan Pengadilan Tinggi Medan  No 423/Pdt./2009/Pt.Mdn tanggal 20 Januari 2010, dan putusan Mahkamah Agung No 1262.K./Pdt/2011 tanggal 29 November 2011 yang telah inkrah (berkekuatan hukum tetap).

Dalam pelaksanaan eksekusi, sebut Zulkarnain, ada saja oknum yang berupaya menghalang-halangi.

Pengadilan dalam putusannya, menyatakan surat jual beli saham PT. Moeis secara keseluruhan cacat hukum dengan segala akibatnya.

Segala akte-akte dan perubahan anggaran dasar PT. Moeis yang dibuat para tergugat batal demi hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Memerintahkan tergugat atau siapa saja yang menyimpan salinan asli surat/akta PT. Moeis kepada ahli waris yang sah (penggugat).

Berita Populer: Tragedi Mirip KM Sinar Bangun Terjadi di Perairan Selayar

“Bertahun-tahun kami dizolimi. Makanya kami duga ada praktik suap di balik perkara ini. Karena itu KPK harus turun ke tangan,” kata Zulkarnain.

Ketua Pengadilan Negeri Medan, H. Ahmad Shalihin SH., MH., telah mengeluarkan penetapan eksekusi No.05/Eks/2016/124/Pdt.G/2009/PN.Mdn. Selanjutnya, termohon eksekusi, Rabu 8 April 2016, dalam ini Muchrid Nasution telah diminta menghadap Ketua PN Medan guna diberi teguran (aanmaning) untuk melaksanakan kewajibannya sesuai putusan PN Medan, PT Sumut, dan Mahkamah Agung.

Namun, kata Zulkarnain, termohon eksekusi (Muchrid Nasution) tak memenuhi panggilan tersebut. Selanjutnya, PN Medan melaksanakan aanmaning kedua pada Rabu 11 Mei 2016.

Zulkarnain dan ahli waris lainnya juga membantah ada melakukan perdamaian  dengan Muchrid Nasution.

“Kami tidak pernah melakukan perdamaian dengan  Muchrid Nasution. Kami juga tidak pernah menjual dan mengalihkan saham-saham perusahaan pada siapa pun. Akte-akte dan surat jual beli dan akte perdamaian yang diterbitkan Notaris Dana Barus semua palsu. Itu sesuai dengan putusan Mahkamah Agung. Jadi aset-aset kami yang selama ini dikuasai dan dialihkan pada para mafia tanah harus segera dikembalikan. Eksekusi harus segera dilaksanakan,” tegas Zulkarnain.

Dikatakannya, sebagai ahli waris sama sekali tidak kenal dengan Joko Marlis cs.

“Kami juga tidak pernah menandatangani akte apa pun dihadapan Notaris Dana Barus seperti yang tercantum dalam perdamaian yang telah direkayasa (causa prima) gugatan perdata dan kronologis terbitnya akte nomor 43 tanggal 24 Nopember 2011 lalu. Kami juga sudah melaporkan Dana Barus ke Dewan Kehormatan Notaris,” ujar Zulkarnain.

Zulkarnain mengungkapkan aset (lahan) yang diwariskan ayah kandungnya,  (almarhum) Abdul Moeis Nasution, memiliki akte pendirian perusahaan sesuai Nomor: 59 dibuat oleh  notaris Kas Muliyanto Ongko alias Ongko Kiem Lian dengan SK Menteri Kehakiman  (Menkeh) dengan No: 96/1958 termaktub di dalam Tambahan Lembaran Negara RI No: 74 tertanggal 16 September 1959 didaftarkan dan disahkan Menkeh dengan No: YA,5/49/25.  (Red | *)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *