SUMUT  

Doa Keselamatan Untuk Negeri Dari Warga Karo

Pdt. Agustinus Purba bersama Pasiter Kodim 0205/TK Kapten Czi. M. Tarigan dan peserta menghadiri doa bersama di GBKP Tiga Baru, Kabanjahe, Rabu 10 Oktober 2018. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu 10 Oktober 2018, menggelar doa bersama untuk keselamatan, keutuhan Negeri Kesatuan Republik Indonesia dari balabencana. Doa bersama digelar di Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Tiga Baru, Kabanjahe, diprakarsai Kodim 0205/TK.

Doa bersama ini dihadiri kurang lebih 120 orang yang dipimpin langsung Ketua Moderamen GBKP Karo Pdt. Agustinus Purba, turut dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kadis Pariwisata Mulia Barus, personel Polres Karo, Pasiter Kapten Czi. M Tarigan, personel Kodim 0205/TK, Pasilog Kapten Inf. A. Sembiring, pelajar SMA N 1 Kabanjahe, Persatuan Istri Prajurit Persit Candrakirana, serta sejumlah SKPD dan masyarakat Karo.

Baca Berita: Miris, Honor Personel Tagana Karo ‘Disunat’

Pdt Agustinus Purba dalam khotbah mengatakan, Alkitab Mazmur 23, Mazmur Daud, “Tuhan adalah gembalaku, berdoa untuk keluarga kita yang kena musibah gempa dan sunami di Palu, Donggala, Sigi. Semoga Tuhan mendengarkan doa kita dan semoga Tuhan melindungi keluarga kita yang kena musibah dan diberi Tuhan pertolongan luar biasa bagi mereka,” kata Pdt Agustinus.

Dandim 0205/TK Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara melalui Pasiter Kodim 0205/TK Kapten Czi. M. Tarigan mengatakan, kegiatan doa bersama yang dilaksanakan bersama masyarakat bertujuan pertolongan dari Tuhan untuk keselamatan negara Republik Indonesia.

“Kita berdoa untuk negeri di mana tujuannya ini memanjatkan ayat-ayat suci, dengan harapan agar negeri kita yang saat ini sedang tertimpa cobaan musibah di beberapa daerah, baik itu di daerah Nusa Tenggara Barat maupun di Sulawesi Tengah, baik itu bencana alam gempa bumi dan tsunami. Kita mendoakan saudara-saudara kita yang ada di sana semoga tabah, ikhlas dalam menerima cobaan ini. Kita berdoa agar terhindar dari balabencana seperti itu,” ujar Kapten Czi. M. Tarigan. (Rep-01)