Gempa 7,7 SR Donggala, Peringatan Dini Tsunami Diaktifkan

oleh -984 Kali Dibaca
salah satu bangunan yang terdampak gempa di Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat 28 September 2018. [Foto Ist | BNPB]

RIENEWS.COM – Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah kembali diguncang gempabumi. Kali ini, kekuatan gempa 7,7 skala richter (SR) terjadi pada Jumat 28 September 2018, pukul 17.02 WIB, berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima redaksi, Jumat malam, menyatakan, telah terjadi gempa dengan kekuatan 7,7 dengan pusat gempa 10 km pada 27 km Timur Laut Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat 28 September 2018, pukul 17.02 WIB.

Sumber gempa berasal dari Sesar Palu Koro. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengaktivasi peringatan dini tsunami pada pukul 17.07 WIB.

Berita Sebelumnya: Gempa Donggala 6 SR, 1 Orang Meninggal Puluhan Rumah Rusak

Gempabumi berpotensi memicu tsunami di wilayah pesisir, Donggala bagian barat dengan status Siaga, Donggala bagian Utara dengan status Waspada, Mamuju bagian Utara dengan status Waspada, dan Kota Palu bagian Barat dengan status Waspada.

Status Siaga artinya Pemda diharapkan memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.

Sedangkan status Waspada artinya Pemda agar mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai.

Peringatan Dini Tsunami Berakhir

“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan peralatan  di laut selama sekitar 30 menit tidak terpantau adanya perubahan tinggi muka air laut dan tsunami tidak terpantau, maka BMKG telah menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 17.39 WIB. Dengan demikian tsunami tidak terjadi. Kondisi aman dan masyarakat dapat kembali ke tempatnya,” jelas Sutopo.

Dampak gempa dengan kekuatan Magnitudo (M) 7,7 dirasakan sangat keras. Berdasarkan analisis guncangan gempa dirasakan daerah di sekitar Kota Palu hingga ke utara di wilayah Kabupaten Donggala dengan intensitas gempa VI-VII MMI (keras hingga sangat keras).

Beberapa wilayah di Donggala meliputi daerah Parigi, Kasimbar, Tobolf, Toribulu, Dongkalang, Sabang, dan Tinombo memiliki intensitas gempa VI-VII MMI. Diperkirakan di daerah ini banyak mengalami kerusakan.

Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan SKPD lainnya.

“Kepala BNPB telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB untuk segera menuju ke lokasi bencana,” sebut Sutopo.

Laporan sementara banyak bangunan roboh akibat gempa dengan M 7,7. Masyarakat panik dan berhamburan keluar ruamah.

“Saat peringatan dini tsunami  diaktivasi, masyarakat merespon dengan mengungsi ke empat yang lebih aman. Hingga saat ini pendataan masih dilakukan. Gempa susulan terus berlangsung dengan kekuatan yang lebih kecil,” jelas Sutopo.

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada. Sebaiknya tidak berada di dalam rumah atau bangunan karena potensi gempa susulan dapat membahayakan. Dihimbau masyarakat dapat berkumpul di daerah-daerah yang aman. Hindari lereng-lereng perbukitan yang mudah longsor. Tetap gunakan informasi resmi dari BMKG, BNPB dan BPBD. (Rep-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *