Gempa Lombok, 10 Orang Meninggal Termasuk WN Malaysia

oleh -3.714 Kali Dibaca
Salah satu bangunan rusak akibat dampak gempa bumi 6,4 SR, Minggu 29 Juli 2018, yang mengguncang Lombok, NTB. [Foto BNPB | Rienews.com]

RIENEWS.COMGempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu 29 Juli 2018, pukul 05.47 WIB. Dilaporkan 10 warga Lombok, NTB, meninggal dunia, belasan mengalami luka, dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat dampak gempa bumi.

Tak hanya itu, dampak gempa juga menyebabkan terjadinya longsor di Gunung Rinjani.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hingga pukul 09.20 WIB, gempa susulan telah terjadi sebanyak 66 kali dengan kekuatan lebih rendah.

Baca Berita: Cacat Hukum, Ahli Waris Neken Sembiring Gugat Eksekusi Peradilan

Menurut BMKG, pusat gempa berada di 28 km Barat Laut Lombok Timur, NTB,  32 km Timur Laut Lombok Utara, 57 km Timur Laut Lombok Tengah, dan 61 km Timur Laut Mataram, NTB.

Warga di Lombok Timur merasakan kekuatan gempa sekitar 10 detik. Menyebabkan kepanikan warga.

Gempa juga dirasakan warga di Provinsi Bali, dan Pulau Sumbawa, NTB. BMKG menegaskan dampak gempa tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, dari data sementara BPBD Provinsi NTB, dampak gempa di Kabupaten Lombok Timur, 8 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 10 orang luka ringan dan puluhan rumah rusak. Dari 8 korban meninggal, tiga orang telah teridentifikasi, di antaranya warga negara Malaysia, Isma Wida, perempuan, usia 30 tahun.

“Lima orang meninggal dunia dalam pendataan identitas petugas,” ujar Sutopo.

Sementara di  Kabupaten Lombok Utara, terdapat 2 orang meninggal dunia, dan 13 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, dan 7 orang di Puskesmas Bayan.

Berdasarkan laporan juga terdapat longsor cukup besar dari Gunung Rinjani.

“Material longsoran mengarah ke utara pascagempa 6,4 SR. Saat ini jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup. Aparat masih melakukan pemantauan terhadap dampak longsor yang ada,” sebut Sutopo dalam siaran persnya. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *