Gempa Malang, Data Terbaru BNPB: 7 Orang Meninggal Dunia, 331 Rumah Rusak

oleh -124 Kali Dibaca
Kerusakan di Rumah Sakit Mardi Waluya di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur, terdampak gempa M6,1 pada Sabtu 10 April 2021, pukul 14.00 WIB. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,1 di Kabupaten Malang, yang terjadi Sabtu 10 April 2021, pukul 14.00 WIB, menyebabkan ratusan rumah rusak di sejumlah kabupaten Provinsi Jawa Timur.

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, 7 korban meninggal dunia dan 331 rumah rusak dampak gempa bumi yang terjadi di koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 Km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 Km.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menyatakan, data yang dihimpun BNPB dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim), total rumah rusak berat (RB) berjumlah 11 unit, rusak sedang (RS) 194 dan rusak ringan (RR) 126. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6,  RSUD 1 dan pondok pesantren 1.

“Sedangkan korban meninggal dunia, BNPB masih menunggu verifikasi data dari BPBD.  Data meninggal dunia berjumlah 7 jiwa, luka berat 2 dan luka ringan 10. Korban meninggal dunia di Kabupaten Malang 3 jiwa, Lumajang 2 dan di wilayah perjalanan Lumajang – Malang 2,” kata Raditya Jati dalam siaran pers, Sabtu malam.

Korban luka-luka teridentifikasi di wilayah Kabupaten Lumajang.

Baca Juga:

Gempa Malang, Data BNPB 6 Warga Meninggal Dunia

Gempa M 6,7 Landa Kabupaten Malang, Guncangan Dirasakan Hingga Skala V MMI

BPBD Kabupaten Lumajang menginformasikan adanya titik pengungsian di Desa Kali Uling, Kecamatan Tempur Sari. BPBD masih melakukan pendataan jumlah warga mengungsi di lokasi pengungsian. Kerusakan rumah teridentifikasi di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Tempursari (Desa Kaliuling, Desa Tempursari dan Desa Pundungsari), Pronojiwo (Desa Tamanayu, Desa Sidomulyo, Desa Supiturang, Desa Oro Oro Ombo), Pasirian (Desa Gondoruso, Desa Condro), Gucialit (Desa Tunjung, Desa Kertowono, Desa Pakel), Pasrujambe (Desa Pasrujambe), Senduro (Desa Argosari, Desa Wonocempokoayu), Yosowilangun (Desa Kebonsari), Tekung (Desa Tukum).

BPBD Kabupaten Malang melaporkan sementara 97 unit rumah rusak. Sebagian besar rumah rusak pada kategori rusak sedang.

BPBD Blitar melaporkan rumah RB 6 unit, RS 85, dan RR 111. Selain itu, kerusakan terjadi pada rumah sakit 1 unit, sekolah 5, tempat ibadah 2 dan kantor 3.

BPBD Kabupaten Jember melaporkan kerusakan rumah dengan kategori RB 3 unit, RS 11 dan RR 14, sedangkan ada 1 unit masjid rusak sedang.

BPBD Kabupaten Trenggalek menginformasikan sekitar 13 unit rumah rusak dengan kategori ringan hingga berat. Sedangkan kerusakan fasilitas umum lainnya terdiri dari pondok pesantren 1 unit, sarana pendidikan 2, tempat ibadah 2 dan kantor 3.

BPBD Kota Malang mencatat rumah RB 2 unit dan RS 1.

BPBD Kota Kediri melaporkan gedung IIK Baktiwiyata rusak ringan. Demikian juga di Kabupaten Pasuruan, 1 unit tempat ibadah rusak.  Sedangkan di Kabupaten Gresik, BPBD melaporkan rumah RR 1 unit.

“BNPB terus memonitor dan melakukan koordinasi dengan BPBD yang wilayahnya terdampak gempa M6,1,” pungkas Raditya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *