GMKI Gelar Zoom Meeting Bersama Bupati Karo Menyoal New Normal

oleh -190 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana saat mengikuti zoom meeting yang digagas GMKI, Jumat 12 Juni 2020. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menggagas diskusi secara online (zoom meeting) dengan membahas Covid-19 dan New Normal, Jumat 12 Juni 2020.

Moderator diskusi, Ade Roi Karo Sekali dalam pembukaan diskusi menyatakan, diskusi online dengan tema; Penanganan Covid-19 dan Persiapan New Normal di Kabupaten Karo, diikuti Bupati Karo Terkelin Brahmana, Ketua Umum Moderamen GBKP, Pdt Agustinus Purba STh, senior GMKI Baltasar Tarigan, Plh GTPP Covid-19 Martin Sitepu, Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi, Kepala Dinas Kesehatan, Irna Safrina Meliala Mkes, Dirut Badan Layanan Umum RSUD dr Arjuna Wijaya.

Ade menjelaskan, diskusi online yang digelar bertujuan agar anak muda (kaum milenial) dan mahasiswa memberikan pemikiran menyoal pandemi Covid-19 dan persiapan New Normal untuk Kabupaten Karo.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba mengemukakan, pada prinsipnya, penanganan Covid-19 harus menaati protokol kesehatan dengan penuh disiplin.

Baca Berita: 

Pencuri dan Penadah Motor Curian Diringkus, Satu Orang Ditembak

Wabup Karo Salurkan Sembako Kepada Warga Mardingding

“Sehingga Kabupaten Karo dalam menuju fase new normal life, semuanya sudah siap, termasuk masyarakat tidak kaku, dan gamang dalam kehidupan baru. Sampai vaksin atau obat Covid-19 belum ditemukan, siap tidak siap, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus bersiap menuju kenormalan baru. Tapi, tentunya dengan pendisplinan protokol secara ketat, infrastrukturnya di segala sektor termasuk SOP-nya harus disiapkan Pemkab Karo dan Tim Gugus Tugas,” kata Agustinus Purba.

Senior GMKI Baltasar Tarigan menyampaikan konsep dan strategi menuju new normal life, serta dampak pandemi Covid-19.

“Yang perlu diperhatikan kelonggaran stay at home, pada saat keluar rumah harus mematuhi protokol kesehatan, dengan pola hidup bersih, dan sehat. Selain itu kesiapan layanan kesehatan, implementasi program dan alokasi anggaran, sinergi Pemkab, Pemprov dan pusat. Protokol kesehatan diikuti implementasi dalam sektor dan sub-sektor kepatuhan masyarakat. Di samping itu, perlu antisipasi dampak pandemi, ketahanan pangan desa, dan daerah berimplikasi melemah, akses masyarakat-daya beli menurun, masyarakat kehilangan pendapatan (PHK), jumlah masyarakat miskin bertambah,” katanya.

Bidang ekonomi, sebut Baltasar, kegiatan dan pemulihan ekonomi boleh dimulai dengan syarat penyebaran dapat dikendalikan.

“Sektor ekonomi andalan Kabupaten Karo perlu mendapat skala prioritas, dan antispasi dampak pandemi di sektor pertanian dan pariwisata dan sektor lainnya terpukul oleh jalur distribusi dan daya serap pasar menurun. Lebih khusus dalam sektor pariwisata yang terdampak sangat signifikan dengan memperhatikan pembatasan sosial dan dampak sektor transportasi turun. Kesemua ini tentunya memiliki efek domino dan tentunya kembali kepada kepatuhan masyarakat, kesadaran masyarakat. Sedangkan kesadaran dapat dicapai melalui sosialisasi dan edukasi. Edukasi efektif, partisipatif, stakeholder, kearifan lokal, budaya-adat, agama dan gereja, intinya semua harus bersatu dan bergotongroyong, demi kesehatan dan keselamatan bersama, termasuk menghidupkan sektor ekonomi,” pungkas Baltasar.

Sementara itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana mengapresiasi gagasan dan masukan yang disampaikan peserta diskusi zoom meeting dalam penanganan Covid-19 dan persiapan new normal.

Terkelin mengatakan, sudah menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oleh OPD teknis dibantu Bagian Hukum Pemkab Karo.

“Bila sewaktu-waktu new normal, kita sudah siap. Tentunya dengan terlebih dahulu mengedukasi dan sosialisasikan secara komprehensif ke seluruh lapisan masyarakat, baik di pedesaan, pelosok hingga perkotaan. Masalah protokol kesehatan, kita sudah sering mengimbau dan sosialisasi melalui media massa baik cetak maupun online, akun media sosial Kominfo Kabupaten Karo, maupun secara langsung ke tingkat desa dan kecamatan. Tentu kembali kepada masyarakat, apa yang diperbuat dan berbuat apa. Nah, disini dituntut kepatuhan, kesadaran kolektif seperti diungkapkan dalam diskusi kita ini,” ungkap Bupati Karo.

Ketua Pelaksana harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, Martin Sitepu menegaskan, konsep new normal sudah disusun secara bertahap.

“Karena secara psikologis masyarakat tidak mungkin terus-terusan di rumah. Harus ada panduan jelas, baik di sekolah, rumah-rumah ibadah, objek wisata, di terminal, pasar, kedai atau kafe-kafe. Tidak mudah memang, tapi ini kita harus siap menuju fase kenormalan baru,” pungkasnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *